Hari baru, harapan baru

“TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.” Mazmur 5: 3

Jika anda adalah penggemar drama, tentulah judul “Waiting for Godot” tidaklah asing. Naskah drama karya Samuel Beckett ini pernah meraih hadiah Nobel pada tahun 1969 dan merupakan refleksi penantian manusia akan akhir perang dunia ke dua. Dalam kisahnya, Vladimir dan Estragon bertemu dan mengaku sedang menunggu seseorang yang bernama Godot. Cerita ini menarik karena mereka yang menunggu tidak tahu siapa dan seperti apa sosok Godot yang tidak kunjung datang itu.

Seperti drama “Menunggu Godot” itu, dalam kehidupan manusia, jika ada persoalan berat, manusia manapun berharap adanya seseorang atau sesuatu yang bisa mengubah keadaan. Mereka yang tidak mengenal Tuhan akan menunggu munculnya nasib mujur atau keajaiban. Mereka menunggu perubahan nasib, sekalipun tidak tahu siapa dan apa yang bisa membuat itu terjadi.

Pada pihak lain, mereka yang percaya adanya kuasa ilahi mungkin bisa berdoa untuk memohon pertolongan, sekalipun mereka mungkin tidak benar-benar mengenal siapa tuhan mereka. Karena adanya pertanyaan tentang siapa yang ditunggu dan apa yang akan dilakukannya, menunggu tetap merupakan penderitaan tersendiri.

Ayat Mazmur diatas menunjukkan bagaimana penulisnya bergumul dalam hal menunggu. Sebelum ia mulai bekerja, pada pagi hari ia sudah memohon agar Tuhan ikut campur dalam hidupnya. Pemazmur tidak menunggu sampai hari siang untuk meminta tolong kepada Tuhan. Setelah itu, penazmur bisa menunggu dengan penuh harap karena ia yakin Tuhan yang dikenalnya mempunyai cara, rencana dan waktu yang khusus untuk dirinya.

Bagi kita, hal menunggu pertolongan Tuhan seharusnya lebih mudah lagi untuk dilakukan. Tuhan yang dulunya tidak dikenal atau sukar dikenal itu sudah turun ke dunia sebagai manusia yang bernama Yesus. Tidak seperti orang lain, orang Kristen tahu siapa dan seperti apa sosok Yesus itu. Seperti Yesus, Anak Allah itu, Allah juga sosok yang maha kasih. Yesus adalah Allah, dan Allah adalah Yesus.

Pagi ini, mungkinkah anda berada dalam kesulitan besar? Apakah anda tak yakin bahwa kesulitan itu bisa teratasi? Mungkinkah anda sudah berusaha cukup lama untuk memperoleh penyelesaiannya? Biarlah anda mau berseru kepada Tuhan pagi ini, agar Ia segera mendengar seruan anda dan menolong anda. Jika itu sudah dilakukan, seperti pemazmur diatas anda bisa menunggu dengan penuh keyakinan akan pertolonganNya. Tuhan yang maha kuasa dan maha kasih bukanlah suatu sosok yang tidak anda kenal!

Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!” Mazmur 84: 12

Satu pemikiran pada “Hari baru, harapan baru

  1. Btul skli. Menunggu ssuatu atau org yg tak psti itu sngat membutuhkan ksabaran, tak jarang sngat menyebalkan.

    D dlm Tuhan Yesus memang ad kjlasan, tp sayang sring tak disadari org yg mnyebut diri Kristen.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s