Batas kesabaran Tuhan

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Yohanes 5: 14

Kebanyakan orang beragama percaya bahwa jika seseorang berbuat dosa, Tuhan akan memberi hukuman kepadanya. Untuk sebagian orang, keyakinan ini bisa memaksa mereka untuk hidup baik menurut ukuran mereka. Karena itu, dalam pandangan umum, penderitaan manusia sering dihubungkan dengan dosa mereka.

Dalam pandangan Kristen, semua orang sudah berdosa dan tidak layak menurut standar Tuhan. Dosa kecil maupun dosa besar menurut pandangan manusia, adalah sama buruknya jika dibandingkan dengan kesucianNya. Jika demikian, semua orang sudah sepatutnya hidup dalam penghukuman Tuhan, jika kita percaya bahwa Tuhan selalu membalas tiap dosa manusia dengan hukuman.

Jika memang Tuhan yang maha suci bertindak sebagai hakim bagi manusia, tidak ada seorangpun yang bisa dibebaskan dari hukuman. Tiap hari, sadar atau tidak, setiap orang berbuat dosa. Jika Tuhan memang menghajar setiap orang yang berdosa, pastilah dunia ini menjadi kosong, tidak ada penghuninya. Siapakah yang dapat berdiri di hadapan Tuhan yang maha suci dengan memanggul dosanya?

Jelas bahwa Tuhan yang maha suci, juga Tuhan yang bisa mengendalikan amarahNya. Tuhanlah yang mengirimkan AnakNya yang tunggal ke dunia, untuk menebus dosa manusia. Kepada mereka yang percaya kepadaNya, Ia setia dan adil, dan selalu bersedia memberi pengampunan atas dosa-dosa yang terjadi setiap hari. Kepada mereka yang belum menjadi anak-anakNya, Tuhan juga menunjukkan kasihNya dan selalu menunggu agar mereka mau bertobat, seperti seorang bapa yang menantikan kembalinya anaknya yang hilang.

Walaupun Tuhan maha sabar, tentu ada perbedaan antara perlakuanNya kepada orang yang menurut perintahNya dengan apa yang diperlihatkanNya kepada mereka yang tidak mau beriman kepadaNya.

Mereka yang tidak percaya adalah orang-orang yang bodoh, yang hidup hanya untuk hari ini. Jika mereka ada dalam kelimpahan dan kenyamanan, untuk sementara mereka bisa bangga atas keberhasilan mereka. Tetapi dalam kegagalan, mereka mudah untuk putus asa. Sebaliknya, mereka yang percaya kepada Tuhan bisa dikuatkan dalam setiap keadaan, karena tidak ada sesuatu apapun yang bisa menceraikan hidup mereka dari kasih Tuhan.

Kesabaran Tuhan ada batasnya, baik kepada umatNya maupun mereka yang belum percaya. Tuhan tidak membiarkan umatNya untuk hidup dalam dosa, dan Roh Kudus sudah diberikan untuk mengingatkan agar mereka tetap berusaha berjalan di jalan yang benar. Terkadang Tuhan juga menghajar anakNya, agar mereka berhenti melakukan dosa yang sama. Mereka yang beriman wajib melalui jalan yang sempit tetapi benar, dan bukannya jalan yang lebar yang membawa kearah kehancuran.

Bagi mereka yang belum percaya kepada Kristus, dosa adalah lumrah dan tidak membutuhkan penebusan. Mereka mengukur hidup mereka dengan hukum dunia. Mungkin mereka menganggap bahwa hidup adalah sebuah petualangan; selama mereka tidak dipenjara, mereka adalah orang-orang yang benar. Tetapi Tuhan tidak terus tinggal diam menghadapi kedurhakaan manusia. Seringkali, kehidupan yang jauh dari Tuhan berakhir dengan malapetaka.

Pagi ini, ayat diatas bisa diterapkan pada semua orang: kristen maupun non-kristen.

Bagi mereka yang masih belum mengambil keputusan untuk mengikut Kristus, kesempatan masih ada untuk mendapat pengampunanNya, dengan syarat bahwa kita mau mengakui dosa kita dan berjanji untuk tidak tetap hidup dalam dosa. Kesabaran Tuhan ada batasnya.

Bagi mereka yang sudah menerima Kristus sebagai Juruselamat, hidup baru berarti meninggalkan hidup lama yang penuh dosa. Sebagai orang yang sudah disembuhkan dari cengkeraman iblis melalui bilur Kristus, kita tidak boleh kembali ke jalan yang salah.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.” 1 Yohanes 1: 9 – 10

Satu pemikiran pada “Batas kesabaran Tuhan

  1. Yup, krn mmang Tuhan itu suci adanya. Stiap perbuatan dosa hrs ada konsekuensi dari Tuhan.

    Itulah sebabnya, Tuhan punya batas kesabaran, bkn berarti Ia tdk Mahasabar, di situlah paradoksnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s