Hal menjadi saksi dusta

“Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.” Keluaran 23: 1

Di zaman ini, berbagai berita muncul di sosial media seperti Whatsapp, Facebook dan Twitter setiap hari. Banyak diantara berita itu hanyalah kabar bohong atau setengah bohong, tetapi masyarakat umum tetap gemar membacanya. Karena itu, tidaklah mengherankan bahwa ada orang-orang yang sengaja menggunakan sosial media sebagai landasan untuk mencapai tujuan mereka, baik tujuan yang benar maupun tujuan yang salah.

Dari sumber berita yang dapat dipercaya, ternyata banyak tokoh masyarakat yang menggunakan cara yang serupa untuk melakukan perang propaganda, psywar, guna menaklukkan saingan atau lawan politik mereka. Bahkan mereka mempunyai penulis-penulis dan artis-artis tertentu yang mendukung mereka dengan mengedarkan berita-berita dan meme yang “miring”, yang tidak jelas kebenarannya.

Bagi banyak orang Kristen, ikut-ikutan membaca dan menyebarkan berita-berita semacam itu mungkin dianggap lumrah. Selama apa yang diungkapkan dalam tulisan itu sesuai dengan selera dan pandangan mereka, barangkali itu dianggap bisa diterima. Sekalipun mereka tahu bahwa ada kemungkinan apa yang disampaikan adalah tidak benar, mereka mungkin berpendapat bahwa kebenaran bisa ditegakkan dengan cara apapun. Mereka mungkin juga percaya bahwa maksud baik boleh menghalalkan cara. Apa kata firman Tuhan dalam hal ini?

Dari ayat pembukaan diatas kita bisa membaca bahwa dari awalnya bani Israel diperintahkan untuk tidak menyebarkan kabar bohong; atau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. Mungkin kita merasa bahwa kita tidak pernah melakukan hal-hal itu dengan sengaja. Tetapi dengan ikut-ikutan menyebarkan, kita sebenarnya membantu orang lain untuk melakukannya.

Masalahnya, di zaman ini kita sering tidak bisa dengan mudah membedakan apa yang benar dan apa yang salah. Kita juga sering tidak tahu pendapat siapa yang benar dan ucapan siapa yang salah. Tambahan pula, pengetahuan manusia adalah sangat terbatas dan karena itu kita tidak dapat membaca pikiran dan hati orang lain. Hanya Tuhanlah yang tahu segala apa yang tersembunyi dari mata manusia.

“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.” Yeremia 17: 10

Pagi ini, sebagai umat Kristen kita dipanggil untuk menjadi terang dunia yang menyinarkan kemuliaan Tuhan dalam segala tindak tanduk kehidupan kita. Sebagai orang percaya, kita harus berbeda dengan orang yang tidak mengenal Kristus. Karena itu, sudah seharusnya kita tidak ikut-ikutan terpancing dalam mengeluarkan atau mengedarkan berita-berita yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, atau hal-hal yang menimbulkan kebencian dan kekacauan dalam masyarakat.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12: 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s