Hati-hatilah dengan hatimu

“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Matius 15: 19

Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati, kalau menurut pantun lama. Tetapi simbol jatuh cinta adalah sebuah anak panah yang menembus sebuah heart (jantung) dan bukannya liver (hati). Hati berbeda dengan jantung, tetapi dalam percakapan sehari-hari, kata “hati” sering dipakai untuk menggantikan kata “jantung”.

Hati dalam arti kiasan adalah pusat perasaan manusia yang bersifat rohani, berbeda dengan otak yang dianggap sebagai alat pemikiran duniawi. Sering jika seseorang mengalami kebingungan, nasihat yang diberikan oleh orang lain adalah “ikuti kata hatimu”. Hati dianggap lebih murni dari otak dan mempunyai kesadaran yang lebih dalam mengenai hubungan antar manusia, antara manusia dengan Tuhan, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Dengan hati juga manusia seolah bisa merasakan cinta, kemarahan (sakit hati) dan kedamaian.

Apa yang dikatakan Alkitab mengenai hati manusia? Hati dalam Alkitab dipakai untuk menggambarkan berbagai hal, seperti kehidupan, jiwa, perasaan, pikiran, tujuan, maksud dan sebagainya. Tetapi hati juga dipakai untuk menggambarkan tempat dimana dan dari mana hal yang baik dan hal yang buruk bisa tinggal dan dipancarkan.

Yesus pernah berkata bahwa dimana harta kita berada, disitu juga hati kita berada (Matius 6: 21). Itu berarti bahwa apa yang menarik perhatian kita di dunia bisa menyeret hidup (hati) kita. Yesus juga pernah menasihati murid-muridNya agar menjaga diri mereka, supaya hati mereka jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi (Lukas 21: 34). Dengan demikian, menjaga kesucian hati adalah penting dalam kehidupan orang Kristen.

Lebih lanjut, dari ayat pembukaan diatas kita melihat bahwa Alkitab menulis bahwa hati manusia adalah sumber segala sesuatu yang jahat. Sebab hati yang sudah dikuasai dosa akan mengeluarkan buah-buah yang berupa segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Sebagian orang merasa bahwa mereka tidak pernah melakukan pembunuhan, perzinahan dan apa yang kelihatannya sangat jahat dimata manusia. Tetapi, hal berbohong dan memfitnah orang lain juga berasal dari sumber yang sama: hati yang dikuasai dosa.

Adalah kenyataan bahwa sebagai orang percaya kita juga masih bisa jatuh kedalam dosa. Jika demikian, bagaimana keadaan hati kita? Hati kita tetap merupakan sumber segala hal jahat yang tertimbun didalamnya. Semakin banyak hal yang jahat yang kita simpan didalamnya, semakin sering kita melakukannya. Tetapi, jika kita mengisi hati kita dengan hal yang baik, apa yang keluar dari hati adalah hal-hal yang bisa memuliakan Tuhan. Jika kita membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hati kita dengan sepenuhnya, dengan sendirinya hal-hal yang jahat akan terusir keluar, untuk digantikan dengan hal yang baik. Kegelapan diganti dengan terang.

“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” Lukas 6: 45

Pagi ini kita disadarkan bahwa kita tidak boleh puas dengan keadaan hati kita saat ini. Perjuangan hidup kita sebagai orang percaya tidak pernah berakhir sampai Tuhan memanggil kita. Kecenderungan untuk berbuat dosa selalu ada, dan oleh sebab itu kita harus berhati-hati dalam mendengarkan suara hati kita. Semangat kita untuk menjadi lebih baik dalam hal kemurnian hati tetap harus dipupuk, untuk membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, sehingga hati kita berkelimpahan dengan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan.

“Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yohanes 7: 38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s