Hidupku bukanlah milikku

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” 1 Korintus 6: 19

Tahukah anda bahwa di zaman modern ini masih ada beberapa negara dimana adat “membeli” seorang istri masih dipraktikkan dalam masyarakat? Di negara-negara itu, seorang calon istri mungkin dihargai dengan 50 ekor lembu atau 100 ekor babi; dan jika harga itu diterima, sang istri kemudian menjadi milik suami sepenuhnya, seperti halnya lembu atau babi yang sebelumnya menjadi milik suami.

Bolehkah seorang manusia membeli sesamanya untuk dijadikan harta miliknya? Tentu saja tidak! Kita masih ingat bahwa pada beberapa abad yang lalu, perbudakan dalam segala bentuknya ada di dunia. Hanya melalui perjuangan yang berat, sistim perbudakan yang kejam itu bisa dilenyapkan. Semua manusia adalah sama derajatnya, dan karena itu perbudakan antar manusia dengan segala bentuknya harus dihilangkan.

Alkitab yang menceritakan kehidupan manusia ribuan tahun yang lalu juga mempunyai berbagai ayat yang menyebutkan adanya hamba atau budak. Ada hamba yang baik, ada hamba yang jahat. Demikian pula ada tuan atau majikan yang baik, dan ada yang kejam dan jahat. Tetapi, Alkitab menyebutkan bahwa dalam Kristus semua manusia adalah sama, karena mereka semuanya adalah orang-orang yang sudah dilepaskan dari perhambaan dosa.

“Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” Galatia 3: 27 – 28

Tuhan yang mahakuasa telah mengirimkan AnakNya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa yang membawa kepada kebinasaan, agar bisa kembali menjadi milikNya. Hanya dengan membayar harga tertinggi untuk manusia, yaitu melalui darah Kristus, Tuhan yang mahasuci bisa mengampuni manusia yang seharusnya masuk kedalam neraka. Dengan membeli manusia dengan harga tertinggi, iblis dan jerat mautnya sudah dikalahkan, dan mereka yang percaya kemudian menjadi milik Tuhan sepenuhnya.

Bagi sebagian orang, menjadi milik Tuhan adalah suatu bentuk perhambaan yang tidak banyak berbeda dari perbudakan antar manusia. Mereka merasa bahwa menaati perintah Tuhan adalah menghilangkan kebebasan mereka untuk bisa berbuat apa yang mereka kehendaki. Mereka ingin untuk menjadi majikan dan pemilik dari hidup mereka. Mereka tidak menyadari bahwa dengan menolak menjadi milik atau hamba Tuhan, mereka membiarkan hidup mereka dikuasai oleh berbagai hal, seperti harta, pekerjaan, kesuksesan, obat-obatan, sex dan sebagainya. Selain itu, banyak juga manusia yang menjadi hamba orang lain, yang dipuja dan didewakan. Mereka sudah menjadi hamba dosa.

Pagi ini kita harus sadar bahwa sebagai Sang Pencipta, Tuhan adalah pemilik alam semesta tanpa perkecualian. Itu adalah kenyataan yang tidak dapat ditolak manusia. Walaupun demikian, dengan kejatuhan Adam dan Hawa kedalam dosa, manusia kemudian menjadi hamba dosa yang akan membawa kematian jika Tuhan tidak bertindak untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepadaNya. Dengan demikian, mereka yang menolak untuk menjadi hamba Tuhan dan memilih untuk tetap hidup dalam dosa berarti menolak kasihNya dan rencana keselamatanNya. Mereka yang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat adalah orang-orang merdeka yang percaya bahwa Tuhanlah pemilik hidup mereka, dan karena itu selalu ingin hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan. Maukah kita menjadi milik Tuhan?

“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.” 1 Petrus 2: 16

Satu pemikiran pada “Hidupku bukanlah milikku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s