Apakah Tuhan peduli akan sakit kita?

“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” Ibrani 4: 15

Sudah tiga bulan ini saya menderita rasa sakit pada pundak saya yang sebelah kanan. Karena itu saya sementara ini tidak bisa menggunakan tangan kanan saya untuk mengangkat barang belanja atau beban berat lainnya. Ultrasound menunjuk pada sobeknya otot penghubung bahu dan lengan saya sepanjang 1,75 cm. Cedera yang dialami sewaktu berolahraga itu membuat saya berpikir dan merenung, kalau-kalau itu adalah sesuatu yang Tuhan berikan kepada saya. Kalau betul demikian, untuk apa?

Memang soal sakit, semua orang pernah mengalaminya. Itu adalah bagian hidup di dunia. Walaupun demikian, orang baru memikirkannya secara sungguh-sungguh ketika ia sudah jatuh sakit. Pertanyaan “mengapa aku” atau “why me” mungkin muncul disertai dengan rasa kuatir. Bagi mereka yang percaya kepada Tuhan, itu mungkin bisa menjadi permulaan dari permohonan dan doa yang khusyuk dan khusus untuk mendapatkan pertolongan Tuhan. Walaupun begitu, sering juga timbul keraguan apakah Tuhan akan menolong.

Rasul Paulus juga pernah mengalami kejadian serupa. Dalam 2 Korintus 12: 7 -8 ia menulis bahwa Tuhan memberinya suatu “duri di dalam daging”, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh dia, supaya dia jangan meninggikan diri. Tentang hal itu rasul Paulus sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu diusir, tetapi hal itu tidak terjadi. Paulus sadar bahwa dibalik sakitnya, Tuhan mempunyai rencana yang tersendiri. Tuhan memang bisa mengijinkan hal yang jelek terjadi atas diri kita agar kita tetap dekat kepadaNya.

Memang rasa sakit dan penyakit adalah bagian hidup di dunia yang penuh dosa. Tetapi, pada pihak yang lain, hal-hal sedemikian bisa membimbing kita agar kita tidak hidup “ugal-ugalan”. Supaya kita mau berusaha untuk menghindari bahaya dan penyakit, dan sadar bahwa sebagai manusia kita adalah lemah dan harus bergantung kepada pemeliharaan Tuhan.

Setiap manusia bisa mengalami sakit, baik itu sakit jasmani ataupun sakit rohani. Pada abad-abad berselang, sakit jasmani mungkin dianggap lumrah sedangkan sakit rohani seperti depresi dan penyakit kejiwaan lainnya dianggap seperti “aib” yang harus disembunyikan. Tetapi, di zaman sekarang orang mulai mengerti bahwa baik sakit jasmani maupun rohani bisa terjadi pada siapapun juga. Mereka yang sehat jasmaninya bisa sakit jiwanya, dan mereka yang sakit jasmaninya bisa sehat secara rohani.

Dari ayat diatas, kita bisa membaca bahwa Yesus sebagai Tuhan yang pernah menjadi manusia bisa merasakan segala kelemahan-kelemahan kita, dan bahkan sama dengan kita, Ia pernah dicobai. Bahkan, dalam penderitaanNya sewaktu disalibkan di bukit Golgota, Ia sampai berseru memanggil Allah BapaNya. Jeritan Yesus itu terjadi karena Ia sangat menderita secara jasmani maupun rohani, sebab Ia mewakili manusia yang seharusnya mati karena dosa mereka.

Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Markus 15: 34

Pagi ini, jika kita merasakan hidup ini adalah terlalu berat untuk kita jalani karena beban jasmani ataupun rohani, biarlah kita ingat bahwa Tuhan Yesus tahu apa yang kita rasakan dan mengerti bagaimana kita menderita karenanya. Yesus yang sudah menebus dosa kita adalah Tuhan yang mengasihi kita dan tidak akan meninggalkan kita, karena Ia tahu bagaimana rasanya bagi kita jika Tuhan terasa jauh. Biarlah kita semua bisa dikuatkan olehNya dalam keadaan apapun, supaya kemuliaan Yesus bisa terlihat dalam hidup kita.

“Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.” 2 Korintus 4: 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s