Hidup baik hanya dimungkinkan oleh Tuhan

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5: 22 – 23

Satu hal yang membuat saya merasa agak sedih jika membeli suatu produk di zaman now adalah bungkus atau packaging -nya. Barang apapun yang dijual di toko harus dibungkus sedemikian rupa, sehingga kelihatan seperti barang yang bagus dan berharga. Tetapi, kecantikan bungkus belum tentu menjamin kualitas isinya. Selain itu, kertas bungkus yang berlapis-lapis itu akhirnya harus dibuang ke tempat sampah.

Bukan saja barang yang dibungkus, orang zaman ini pun sering dibungkus dengan berbagai “hiasan” yang menutupi keburukan cara hidup dan sifat mereka. Sering kita jumpai orang yang nampaknya baik dan terpelajar, tetapi hidup dan hatinya dipenuhi kejahatan dan kebencian. Ada pula orang yang kelihatannya menarik dan kaya raya, tetapi kotor pikirannya dan kejam sifatnya. Tidaklah mengherankan bahwa banyak orang yang karena itu merasa was-was ketika menjumpai mereka yang terlihat “terlalu baik”.

Memang agaknya kebanyakan orang ingin terlihat rapi dan indah dalam penampilannya sehari-hari. Itu tidak ada salahnya. Tetapi, jika itu dimaksudkan agar orang lain mengaguminya, barulah muncul tanda tanya. Apalagi, jika orang berusaha untuk terlihat baik untuk menutupi hidup yang sebenarnya. Selain itu, mungkin saja ada yang percaya bahwa dengan berbuat baik, dosanya akan berkurang; sesuatu yang jelas-jelas bertentangan dengan iman Kristen.

Manusia yang terbungkus keindahan mungkin saja hanya kepalsuan. Tetapi tidak semua manusia yang terlihat baik adalah kepura-puraan. Mereka yang lahir baru, seharusnya sudah menanggalkan hidup lamanya, dan dengan itu, hidup baru dalam Kristus perlahan-lahan muncul. Hidup yang berbuah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, dimungkinkan Tuhan melalui Roh Kudus yang bekerja dalam diri setiap orang percaya.

Buah-buah Roh adalah berlawanan dengan hidup lama manusia yang sering diisi dengan percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya (Galatia 5: 19 – 21).

Dapatkah orang menjadi baik tanpa Roh Kudus? Dikatakan dalam ayat diatas bahwa segala yang terlihat baik itu adalah buah Roh Kudus yang bekerja dalam diri seseorang. Bukan hasil perbuatan manusia, bukan rekayasa, tetapi hasil pekerjaan Roh Kudus yang mengisi hidup orang yang percaya. Dan semua itu dimaksudkan untuk membawa kemuliaan kepada Tuhan, bukan untuk diri sendiri atau demi rasa kemanusiaan. Dengan demikian, mereka yang tidak mengenal Tuhan, tidak dapat berbuat baik untuk kemuliaan Tuhan.

Pagi ini, jika kita membaca ayat diatas, adakah keyakinan kita bahwa Roh Kudus bekerja dalam hidup kita? Apakah kita merasakan bahwa hidup kita sudah banyak berbuah untuk kemuliaan Tuhan? Memang untuk bisa banyak berbuah, kita harus menyerahkan hidup kita kedalam pimpinan Roh di setiap waktu, dan itu tidak mudah dilakukan. Biarlah kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kita sekalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s