Tetap tabah sekalipun orang membenci kita

“Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?” Galatia 4: 16

Ada sebuah nasihat yang sudah dikenal sejak dulu mengenai persahabatan: “Mencari seorang sahabat adalah sukar, tetapi musuh datang sendiri tanpa diundang”. Nasihat lain yang serupa adalah “Mencari satu teman adalah lebih sukar daripada seribu musuh”. Kedua nasihat ini dimaksudkan agar kita menghargai adanya teman dan menghindari permusuhan sebisa mungkin.

Memang dalam hidup ini, bagaimanapun kita berusaha untuk menghindari permusuhan, selalu ada saja orang-orang yang senang mencari gara-gara. Karena itu, dalam usaha untuk menghindari pertikaian, sering orang mengorbankan prinsip-prinsip kebenaran. Mengikuti arus daripada melawan arus, agar hidup yang sudah sukar ini tidak bertambah sukar. Begitu juga dalam hal rohani, ada orang yang selalu ingin menghindari pertengkaran dan karena itu kurang mau untuk memberi nasihat hidup baik kepada orang lain sekalipun ia hamba Tuhan.

Rasul Paulus juga mengalami persoalan yang serupa. Pada kunjungan pertamanya ke Galatia, Paulus merasakan sambutan yang diberikan jemaat adalah sangat baik. Tetapi, pada kunjungannya yang kedua, Paulus merasa bahwa mereka tidak lagi menyenanginya. Paulus heran mengapa mereka bisa berubah sikap. Itu ternyata akibat Paulus yang sering menasihati mereka akan bahaya ajaran-ajaran sesat. Paulus kemudian bertanya apakah mereka yang dulunya taat kepada Kristus kemudian menganggapnya sebagai musuh, karena ia mengajarkan kebenaran. Paulus sebagai hamba Tuhan tidak mau berdiam diri.

Sudah tentu Paulus merasa kecewa dan sedih bagaimana jemaat Galatia kurang menyenangi, dan bahkan seakan membencinya karena Paulus menunjukkan kesalahan-kesalahan mereka. Tetapi Paulus tentu tahu bahwa semua pengikut Kristus akan mengalami hal yang serupa di dunia ini. Ia tentunya tahu bahwa Yesus pernah mengatakan bahwa semua hamba Tuhan harus bisa menerima hal semacam itu dengan bersyukur.

“Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.” Lukas 6: 22

Hari ini, jika kita mengalami kekecewaan karena orang-orang yang kita kasihi ternyata menolak firman Tuhan yang kita sampaikan melalui nasihat dan bimbingan, biarlah kita sadar bahwa kebenaran firman Tuhan tetap harus dinyatakan. Hidup sebagai hamba Kristus memang tidak mudah karena adanya orang-orang yang membenci dan memusuhi kita karena pandangan hidup kita.

Biarlah kita bisa selalu menyadari bahwa Yesus sudah dibenci manusia, tetapi karena kasih dan pengurbananNya mereka yang percaya bisa diselamatkan. Begitu juga melalui kasih dan ketabahan kita, banyak orang akan bisa diperkenalkan kepada kebenaran dalam Kristus.

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” Yohanes 15: 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s