Jangan lupakan berkat Tuhan

“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Mazmur 103: 2

Adakah orang yang mengucapkan terima kasih tanpa sebab? Di dunia barat, ada ungkapan bernada sarkastik “thanks for nothing” atau “terima kasih untuk tidak adanya bantuan” yang diucapkan untuk menyindir orang yang diharapkan untuk membantu, tetapi ternyata tidak membantu sama sekali. Kebalikan dari kata ini, ada ucapan “thanks for everything” atau “terima kasih atas segalanya”, yang bisa dipakai untuk mengucapkan terima kasih atas berbagai macam pemberian yang sulit untuk disebut satu persatu, atau untuk sekedar basa-basi.

Bagi umat Kristen, sudah tentu kita tidak akan mengucapkan “thanks for nothing” kepada Tuhan, karena Tuhan selalu memberikan berbagai hal yang baik kepada umatNya. Umat Kristen mungkin lebih sering berdoa dan mengucap syukur atas segala berkat Tuhan. Paling tidak, dengan mensyukuri segala berkatNya secara ombyokan, kita tidak perlu mengingat-ingat dan menyebut apa saja yang sudah kita terima dalam hidup kita.

Untuk menghemat waktu, memang dalam doa pribadi orang cenderung untuk tidak berdoa panjang-panjang. Dengan demikian, bersyukur atas “segala sesuatu” sering dilakukan tanpa mengingat-ingat berkat-berkat Tuhan satu persatu. Berbeda dengan doa permohonan yang seringkali panjang lebar, doa syukur mungkin pendek saja. Pertanyaannya dalam hal ini, cukupkah kita bersyukur tanpa mengingat apa saja yang sudah dilakukan Tuhan kepada kita pada saat yang lalu? Perlukah kita untuk selalu ingat akan semua berkat Tuhan yang pernah datang selama hidup kita? Cukupkah bagi kita untuk merasa bahwa Tuhan itu baik?

Ayat diatas mengajarkan kita untuk selalu memuji Tuhan dan untuk tidak melupakan segala kebaikanNya. Sebuah lagu bertema serupa ditulis oleh Johnson Oatman pada tahun 1897, dan sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa. Sebagian syair lagu “Hitung berkatmu” berbunyi:

Bila topan k’ras melanda hidupmu

Bila putus asa dan letih lesu

Berkat Tuhan satu-satu hitunglah

Kau niscaya kagum oleh kasih-Nya

Berkat Tuhan mari hitunglah

Kau kan kagum oleh kasih-Nya

Berkat Tuhan mari hitunglah

Kau niscaya kagum oleh kasih-Nya

Jelas bahwa kita harus bersyukur kepada Tuhan untuk semua berkatNya, for everything. Tetapi, lebih dari itu kita harus bisa dan mau untuk mengingat berkat Tuhan satu persatu untuk kebaikan diri kita sendiri. Berkat Tuhan sudah dilimpahkan dalam hidup kita pada saat-saat kita membutuhkannya, dan juga sampai saat ini, datang tiap-tiap hari. Dengan mengingat semua berkat Tuhan, terutama berkatNya yang membawa kita kepada keselamatan, kita akan selalu kuat menghadapi semua tantangan hidup sebab kita akan diyakinkan oleh kasihNya.

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” 1 Tesalonika 5: 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s