Siapakah sahabatmu?

“Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” Yakobus 4: 4

Anda penggemar sosial media seperti Facebook atau WhatsApp? Mungkin anda sering melihat berbagai meme dan slogan yang mendukung persahabatan seperti “Sahabat sejati adalah sahabat di hari tua” dan semacamnya. Sekalipun hanya di dunia maya, nampaknya orang merindukan adanya sahabat yang setia.

Persahabatan sebenarnya selalu dirindukan oleh setiap insan di dunia, karena rasa kesepian akan datang jika tidak ada sahabat yang bisa diajak untuk berbincang-bincang atau menikmati aktivitas bersama. Mungkin bagi sebagian orang, sahabat yang terbaik adalah pasangan hidup mereka; tetapi, siapapun orangnya tentu orang itu mempunyai pengaruh atas hidup anda.

Rasul Yakobus dalam ayat diatas menyebutkan kata “persahabatan”, tetapi sebenarnya ia menggunakan kata itu sebagai kiasan. Ia tidak memakai kata itu dalam konteks teman, tetapi dalam konteks pengaruh. Walaupun demikian, seperti seorang teman dapat mempengaruhi tingkah laku kita, apa yang kita sukai di dunia ini dapat mempengaruhi hidup kita.

Keadaan dunia ini adalah sedemikian sehingga banyak orang yang terpikat untuk menikmatinya dan melupakan bahwa kita diciptakan Tuhan untuk memuliakan Dia. Dengan demikian, mereka yang bersahabat dengan dunia ini akan terpengaruh oleh apa yang biasa dilakukan oleh orang-orang dunia, yang tidak mau menuruti firman Tuhan.

Apa yang menjadi ciri-ciri orang dunia? Ayat diatas berhubungan dengan apa yang disebutkan dalam Yakobus 3. Dalam dunia ini, banyak orang yang ingin mencapai keinginannya dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan lidahnya untuk melakukan hal-hal yang jahat dan berusaha menghancurkan orang lain demi untuk mencapai keberhasilan (Yakobus 3: 9 – 10). Mereka tidak menyadari bahwa sebagai ciptaan Tuhan, mereka harus menggunakan lidahnya untuk hal-hal yang baik yang berkenan di hadapan Tuhan.

Hidup a la dunia juga sering membuat orang untuk iri hati, menyombongkan diri dan melawan kebenaran. Adalah kenyataan bahwa hal-hal itulah yang mendorong manusia  cenderung  untuk mengejar kesuksesan duniawi dengan harga apapun, terutama mereka yang berstatus pemimpin. Mereka tidak sadar bahwa semua itu adalah perbuatan jahat yang dibenci Tuhan.

Persahabatan dengan nilai-nilai kebenaran Tuhan mengharuskan kita  untuk mempunyai iktikad yang murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak berpihak dan tidak munafik (Yakobus 3:17). Tetapi, semua itu adalah kebodohan bagi mereka yang bersahabat dengan nilai-nilai duniawi. Bagi manusia duniawi, kesuksesan harus bisa dicapai dengan segala cara.

Apa yang kita lihat dalam hidup sehari-hari adalah adanya banyak orang yang siap untuk melukai dan bahkan membunuh sesamanya untuk mendapat apa yang diingininya. Mereka menjadi iri hati karena tidak mencapai keinginan mereka, dan kemudian bertengkar dan berkelahi dengan sesama (Yakobus 4: 2). Kekacauan terjadi dalam masyarakat karena mereka lupa bahwa Tuhan raja surga, juga berkuasa atas dunia. Manusia juga lupa bagaimana mereka harus memuliakan Tuhan yang membenci hal-hal yang jahat di dunia.

Pagi ini, mungkin kita tidak secara sengaja menjadikan diri kita musuh Tuhan. Sebab siapakah yang sadar, yang berani menjadi lawan Tuhan? Kita tahu bahwa Tuhan menghendaki manusia ciptaanNya untuk hidup menurut apa yang diperintahkanNya. Kita juga tahu bahwa Ia yang cemburu, ingin agar kita menghormati Dia dalam setiap langkah kehidupan kita. Ia jugalah yang menentang orang yang sombong, tetapi mengasihani orang yang rendah hati (Yakobus 4: 6).

Persahabatan kita dengan dunia pasti akan membawa bencana. Keinginan duniawi tidak hanya akan menyesatkan hidup kita di dunia, tetapi juga menjauhkan diri kita dari sumber kehidupan kita yang sebenarnya. Jika kita pagi ini sadar bahwa Tuhan kita adalah mahakuasa dan mahakasih, patutlah kita selalu taat kepada firmanNya setiap saat.

“Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Yakobus 4: 7

5 pemikiran pada “Siapakah sahabatmu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s