Mengapa terus kuatir?

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” 2 Timotius 1: 7

Tahukah anda bahwa bukan hanya manusia yang bisa mengalami anxiety atau perasaan kuatir? Anjing saya kemarin seharian tidak berani untuk mendekati dapur sewaktu saya sedang memakai oven yang mengeluarkan bunyi detik terus menerus. Rupanya bunyi aneh yang tidak dipahaminya itu membuatnya sangat takut. Saya merasa kasihan kepada anjing saya yang bodoh itu, tetapi kemudian dalam hati mengakui bahwa saya sendiri dalam hidup ini juga sering merasa kuatir tanpa alasan yang jelas.

Memang, kekuatiran bisa dialami manusia karena berbagai sebab. Ini biasanya bermula dengan kekuatiran kecil, tetapi yang lambat laun bisa menjadi besar jika tidak teratasi. Kekuatiran bisa saja terjadi karena kita berbuat salah, mengalami persoalan hidup atau terancam bahaya. Apapun sebabnya, kita mungkin kuatir karena kita tidak yakin untuk bisa mengatasinya. Selain itu, hal yang memperburuk situasi ialah kekuatiran bahwa iman kita masih belum cukup besar. Bukankah sebagai orang percaya seharusnya kita tidak kuatir akan apapun? Bukankah kita tahu bahwa kekuatiran hanya menambah kesusahan yang ada?

“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Matius 6: 25

Sebenarnya kita tidak perlu merasa susah dengan adanya rasa kuatir yang timbul sewaktu-waktu. Kekuatiran adalah lumrah untuk manusia yang tidak dapat mengerti apa yang terjadi dan yang tidak dapat menentukan apa yang akan terjadi di masa depan. Tetapi, karena tiap hari ada kekuatirannya sendiri, kuatir untuk masa depan akan membuat kekuatiran yang ada terasa sangat besar untuk bisa dihadapi dengan keberanian dan iman yang kita punyai. Kekuatiran juga bisa menimbulkan dosa jika kita mulai meragukan kebesaran Tuhan.

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6: 34

Pagi ini ayat pembukaan diatas mengingatkan kita bahwa Tuhan sudah memberikan Roh Kudus kepada setiap umatNya, yang seharusnya makin kita pelihara apiNya, untuk bisa membangkitkan kekuatan, kasih dan disiplin untuk menghadapi segala tantangan hidup. Jika adanya kekuatiran bisa membawa ketakutan, kesadaran bahwa Tuhan kita adalah mahakuasa dan mahakasih akan menguatkan kita dan membuat kita lebih bisa mengasihi Tuhan dan sesama kita, melalui hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Petrus 5: 7

Satu pemikiran pada “Mengapa terus kuatir?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s