Siapakah sesama kita?

“Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Galatia 5: 14

Mengasihi sesama manusia. Suatu hal yang indah jika bisa dilakukan, tetapi tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Mengapa begitu? Pada umumnya manusia membeda-bedakan apapun yang ada dalam lingkungannya. Jika mengenai makanan dan pakaian, seseorang mungkin mempunyai sebuah favorit, begitu juga mengenai teman, sejak kecil orang sering memilih siapa yang paling cocok dan disenangi. Kisah kehidupan dua bersaudara, Esau dan adiknya Yakub, menunjukkan bahwa sekalipun orang tua mereka mencintai kedua anak itu, masing-masing mempunyai “anak kesayangan” yang tersendiri. Dalam hal ini Ishak sayang kepada Esau, tetapi Ribka kasih kepada Yakub (Kejadian 25: 19 – 28).

Ayat pembukaan diatas menggaris-bawahi pentingnya bagi setiap orang Kristen untuk bisa mengasihi sesamanya. Kata “sesama manusia” sering muncul dalam Alkitab, dan secara harfiah tentu artinya tidak perlu dipertanyakan. Sesama manusia berarti siapapun dan dimanapun mereka berada, baik tua atau muda, kaya atau miskin, pria atau wanita, orang dari bangsa manapun, dan yang beragama apapun. Tetapi, seperti Ishak dan Ribka, banyak manusia yang secara tidak sadar terbiasa dengan konsep kesamaan yang dibatasi oleh  suku, agama, ras dan golongan. Tidaklah mengherankan bahwa orang yang dikenal sebagai teman dalam situasi tertentu, bisa menjadi musuh dalam keadaan yang lain. Karena itu, berbagai kejadian yang bisa kita baca, lihat atau dengar, terkadang bisa membuat kita berpikir: mengapa manusia bisa berlaku demikian kejam kepada sesamanya?

Bagi kita, jelas bahwa Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa seisi dunia. Mereka yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, tetapi memperoleh hidup yang kekal (Yohanes 3: 16). Walaupun demikian, pada saat Yesus masih ada di dunia, orang Yahudi mempunyai anggapan bahwa Mesias akan datang untuk menyelamatkan mereka saja. Karena itu, orang Yahudi tidak menyenangi, dan bahkan kurang menghargai orang lain, yang berbeda latar belakang dan rasnya. Yesus menentang pandangan orang Yahudi melalui perumpamaan orang Samaria yang murah hati, yang menyelamatkan seorang Yahudi korban perampokan. Sekalipun ada dua orang Yahudi lainnya yang bisa menolong si korban, hanyalah seorang Samaria yang mau menolongnya. Orang yang dipandang rendah oleh orang Yahudi karena “berdarah campuran” ternyata adalah orang yang baik, yang mau menolong sesamanya.

“Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” Lukas 10: 36 – 37

Pagi ini, mungkin anda bersiap untuk menjalankan tugas anda sehari-hari. Akankah anda menemui orang- orang yang berbaik hati dan mau menghargai atau menolong anda? Apakah anda akan mengalami hari yang indah tanpa pertengkaran dan kecurigaan?

Dalam hidup di dunia ini, kita tidak akan bebas dari keadaan dan perlakuan yang tidak baik yang diperbuat orang lain, karena mereka mungkin mempunyai kebiasaan untuk memandang rendah orang-orang yang cara hidupnya  tidak seperti mereka. Mungkin juga mereka membenci orang-orang yang dianggap hidup dalam dosa, karena mereka merasa sudah hidup dalam kebenaran dan kesucian. Tetapi, sebagai pengikut Kristus adalah panggilan kita untuk menunjukkan bahwa kita berbeda dengan orang dunia.

Seperti Yesus datang untuk orang yang belum percaya dan masih hidup dalam dosa, begitu juga kita harus mau mengasihi setiap orang agar mereka mendapat kesempatan untuk memilih jalan yang benar, guna menuju kearah keselamatan yang kekal.

2 pemikiran pada “Siapakah sesama kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s