Tetaplah berpihak kepada Tuhan

“Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” 2 Timotius 3: 12 – 13

Dalam hidup ini selalu ada saja kejadian yang membuat timbulnya kekacauan dan kebingungan. Jika di beberapa negara adanya kabar bohong, inuendo dan perang hoax adalah bagian hidup sehari-hari yang bisa menyebabkan kegelisahan; di Australia, apa yang benar-benar terjadi dan diberitakan secara resmi (misalnya legalisasi aborsi baru-baru ini) seringkali membuat orang Kristen merasa terpojok. Mengapa hal-hal sedemikian harus terjadi? Mengapa nampaknya semakin sulit untuk umat Kristen untuk mempertahankan iman mereka?

Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa untuk hidup tenteram dan bahagia di zaman ini, hanya ada dua pilihan. Yang pertama adalah untuk bisa mengikut arus, dan tidak menentang apa yang dianggap lumrah oleh kebanyakan orang. Blending in atau berpadu dengan selera masyarakat dikatakan sebagai cara hidup damai. Cara yang kedua yang dianut banyak orang untuk bisa hidup tenteram adalah untuk mengabaikan apa yang terjadi disekeliling kita, sekalipun itu tidak benar atau tidak baik. Asal diri sendiri tidak melakukannya, cukuplah. Ignorance is bliss. Ketidak-pedulian adalah ketenteraman.

Betulkah kedua cara hidup seperti itu? Ayat Alkitab diatas menulis bahwa setiap orang yang ingin hidup menurut perintah Kristus akan menderita aniaya karena dunia ini bertambah jahat. Jika apa yang dikatakan Alkitab adalah benar, tentunya semua orang Kristen dalam hidup ini tidak perlu bertanya mengapa ada berbagai penderitaan yang disebabkan oleh tekanan, gangguan dan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar mereka.

Semua pengikut Kristus adalah musuh-musuh iblis dan pengikutnya. Karena itu, jika kita tidak merasakan atau menyadari adanya berbagai ancaman baik secara jasmani maupun rohani terhadap iman kita, ada beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab. Apakah kita benar-benar pengikut Kristus? Apakah kita benar-benar berjalan dalam kebenaran? Ataukah kita sudah menerima dan memakai standar dunia? Apakah kita tidak lagi peduli atas adanya kejahatan, ketidakadilan dan kebohongan? Ataukah dunia sudah menganggap kita sebagai teman?

Pagi ini, jika kita bangun dan bersiap untuk melaksanakan tugas sehari-hari, panggilan Tuhan tetap sama kepada umatNya, agar kita tetap taat kepada Dia dan tidak menyerah dalam menghadapi ancaman dan pengaruh dunia. Sebagai umat Kristus kita harus tetap teguh dalam iman kepercayaan kita karena Ia tahu siapa pengikutNya yang sejati, yang memikul salib mereka sampai akhir hayat.

“Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.” Lukas 12: 8 – 9

Satu pemikiran pada “Tetaplah berpihak kepada Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s