Cinta datang karena terbiasa

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” 1 Korintus 15: 33

Pada saat saya baru menikah, istri saya yang gemar memasak mengalami sedikit kesulitan. Ia senang makanan pedas, sedang saya tidak dapat mencerna makanan yang agak pedas. Karena itu, ia merasa perlu untuk mengurangi kepedasan makanan apapun yang dipersiapkannya. Tentu saja, baginya makanan-makanan itu menjadi kurang sedap. Tetapi bagi saya, makanan yang dikatakannya tidak pedas, seringkali tetap terasa pedas! Ajaib ajaib, setelah hampir 40 tahun hidup bersama, saya menyadari bahwa selera saya sudah berubah. Saya sekarang senang makanan yang pedas. Saya suka karena terbiasa. Tresno mergo kulino, kata pepatah Jawa.

Dalam hidup ini memang manusia tidak dilahirkan dengan kebiasaan apapun, Kebiasaan terbentuk kebanyakan karena faktor lingkungan dan juga melalui pengalaman pribadi. Apa yang tidak terbiasa, lama- lama menjadi biasa karena orang disekitar kita melakukannya dan menganggap itu sebagai suatu norma. Juga, apa yang dulunya tidak terbiasa, lambat laun menjadi kebiasaan setelah lama mencoba-coba. Bahkan apa yang dipandang sebagai tabu, bisa menjadi sesuatu yang memberi kenikmatan dan kepuasan tersendiri, apalagi jika masyarakat umum bisa menerima hal itu.

Banyak hal dalam hidup yang jika kita pikirkan dalam-dalam, adalah sesuatu yang tidak baik. Melanggar peraturan lalu lintas, mengabaikan etika, menyebarkan kebohongan melalui sosial media dan “dosa-dosa kecil” lainnya memang mudah menjadi kebiasaan. Bagi orang lain, malahan hal-hal yang jauh lebih serius seperti perselingkuhan, menyuap pejabat dan korupsi sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak mengherankan. Manusia bisa menjadi kurang sensitif karena terbiasa melihat, mendengar dan melakukan hal-hal itu dalam hidup. Karena itu, apa yang sebenarnya dosa atau perbuatan yang tidak etis, sekarang sering dipandang biasa dan bahkan diartikan sebagai “budaya” atau sesuatu yang perlu dilakukan.

Besarkah pengaruh masyarakat terhadap pandangan hidup seseorang? Tentu! Ayat diatas mengatakan bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Kita bisa melihat seorang ABG (anak remaja) misalnya, belajar merokok karena pengaruh teman-temannya (peer pressure). Begitu juga mereka yang sudah dewasa akan terpengaruh oleh teman- teman sebaya dan selingkungan. Bahkan orang yang sudah lanjut usia pun bisa terpengaruh oleh pandangan hidup dan kebiasaan yang dimiliki teman sepergaulan. Apa yang dulu tidak kita sukai bisa menjadi sesuatu yang kita gemari melalui proses interaksi antar manusia.

Pergaulan adalah penting bagi manusia karena manusia adalah makhluk sosial. Mereka yang tidak mau hidup bermasyarakat, lambat laun bisa terseret dalam kesepian dan depresi. Walaupun demikian, ayat diatas menekankan pentingnya kita untuk mawas diri, agar tidak jatuh kedalam dosa karena terbiasa. Kita harus berhati-hati agar tidak berkurang rasa sensitif kita terhadap hal- hal yang kurang baik atau tidak etis.

Pergaulan yang baik adalah hubungan yang dilandasi firman Tuhan. Itu bukan pergaulan yang diterima masyarakat, karena setiap masyarakat mempunyai norma-norma tersendiri, yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Apa yang tidak melanggar hukum atau etika di satu tempat, belum tentu benar jika dipandang menurut Alkitab. Jika kita tidak berhati-hati, apa yang dianggap biasa oleh masyarakat yang tidak mengenal Kristus, mungkin saja lambat laun menjadi pedoman dan cara hidup kita.

“Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.” 1 Korintus 6: 12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s