Hal bertarak sebagai orang Kristen

“Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.” 1 Korintus 7: 35

Tahukah anda bahwa dengan kemajuan teknologi, orang sering merasa lebih sulit untuk mengatur waktu? Dulu sebelum ada mobil, orang harus berhari-hari naik kereta kuda untuk pergi ke kota lain. Sekarang dengan mobil atau pesawat terbang, orang hanya membutuhkan beberapa jam untuk pergi ke tempat yang jauh. Dulu sebelum ada internet, surat dari Australia ke Indonesia memakan waktu hampir seminggu. Sekarang dengan email atau WhatsApp, dua orang dapat saling berkirim kabar secara instan seolah mereka saling berhadapan muka. Walaupun demikian, orang di zaman ini sering kehabisan waktu karena banyaknya kegiatan hidup dan tingginya frekwensi komunikasi antar manusia. Dengan majunya teknologi, orang mempunyai banyak acara dan tugas yang membuat waktu yang 24 jam sehari itu seakan menguap dengan cepat.

Banyak orang yang sekarang ini mengalami persoalan dengan mengatur kegiatan hidup, sehingga mereka tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memberi perhatian kepada keluarga. Tekanan hidup dan kegiatan sehari-hari membuat suami istri menjadi jarang untuk bisa berkomunikasi secara intim. Kurang adanya waktu juga menyebabkan orang Kristen kurang bisa untuk membina hubungan dengan Tuhan, dan tidak mampu untuk memuliakan namaNya. Kesibukan hidup adalah penyebab manusia merasa bahwa ia tidak punya waktu, sekalipun setiap orang mempunyai jumlah waktu yang sama setiap hari.

Apakah kehidupan umat Kristen pada zaman rasul Paulus berbeda dengan kehidupan kita? Mungkinkah mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk melayani Tuhan karena pada waktu itu belum ada mall, Facebook dan WhatsApp? Bukankah pada zaman itu belum ada kegiatan merumpi dan chat? Bukankah pada waktu itu tidak ada orang yang mempunyai ribuan teman yang tiap hari memerlukan sapaan kita? Tentu mereka banyak waktu untuk Tuhan!

Dalam ayat diatas, rasul Paulus mengungkap adanya kemungkinan bahwa seseorang kehabisan waktu karena faktor keluarga. Mereka yang sudah menikah tentunya harus berusaha menyenangkan hati pasangan mereka. Itu tidak mudah, sekalipun dalam situasi yang ideal. Apalagi, hidup sebagai suami istri tentunya selalu mengalami berbagai tantangan. Karena itu, sekalipun pernikahan adalah sesuatu yang baik dan merupakan hak setiap orang, Paulus menganjurkan agar mereka yang tidak merasa perlu untuk mencari pasangan hidup, untuk tetap single atau tidak menikah, supaya bisa mempunyai perhatian dan waktu yang lebih banyak untuk Tuhan.

Banyak orang yang menafsirkan bahwa Paulus kurang menyukai pernikahan atau kaum wanita.  Sebenarnya Alkitab tidak jelas menyatakan apakah Paulus pernah menikah atau tidak; tetapi jika ia pernah menikah (lihat 1 Korintus 9: 5), kemungkinan istrinya sudah meninggal dunia pada waktu ia menulis pesan-pesannya. Paulus sendiri menulis bahwa sebagai seorang pria ia mempunyai karunia untuk bisa hidup bertarak (1 Korintus 7: 7). Karunia bertarak inilah yang dikatakannya membuat dia bisa memusatkan hidupnya untuk Tuhan. Ia tidak lagi terikat pada kebutuhan dan kewajiban badani seperti mereka yang mempunyai pasangan hidup.

Pagi ini, pertanyaan kepada kita adalah apakah kita mempunyai cukup waktu untuk Tuhan. Mungkin kita tidak punya waktu untuk memikirkan pertanyaan ini. Terlalu sibuk dengan kegiatan hidup sehari-hari, terlalu terikat dengan kegembiraan yang ditawarkan dunia modern ini. Mungkin pula kita sudah pernah berusaha untuk mengurangi kegiatan-kegiatan yang menyita waktu dan perhatian kita, yang kelihatannya baik dan merupakan hak kebebasan setiap manusia.Tetapi, mungkin seperti orang lain, kita sering gagal untuk menentukan prioritas kehidupan.

Paulus dalam ayat diatas mengatakan bahwa jika kita benar-benar mau melayani Tuhan, sebaiknya kita melakukan apa yang benar-benar perlu, agar bisa melayani Tuhan tanpa gangguan. Bertarak dari kenikmatan dan standar duniawi adalah kunci kesuksesan dalam memuliakan Tuhan. Walaupun demikian, dengan kekuatan kita sendiri  tidaklah mudah bagi kita untuk  menghindari hal-hal yang yang menghabiskan waktu kita. Karena itu, kita harus mau untuk selalu memohon kekuatan dari Tuhan agar bisa mengatur prioritas hidup kita.

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Efesus 5: 15 – 16

Satu pemikiran pada “Hal bertarak sebagai orang Kristen

  1. Sy pikir tdk gampang utk hidup sprti Paulus yg mampu hdup bertarak. Perlu pergumulan dan doa serta komitmen yg sungguh trhdap Tuhan, sblum pilihan itu dilakukan.

    Oya, tp sy msh berkeyakinan Paulus bkn tdk pernah nikah, dasarnya krn ia termasuk dlunya kelompok Sanhedrin.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s