Peranan filsafat bagi orang Kristen

“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.” Kolose 2: 8

Pernahkah anda mempelajari ilmu filsafat? Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. Filsafat dalam arti aslinya tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen, tetapi dengan mengutarakan masalah secara terperinci dan mencari solusi untuk itu; dengan memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk memperoleh solusi. Untuk mempelajari ilmu filsafat, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

Sekalipun kita tidak pernah belajar ilmu filsafat di sekolah, pikiran yang mengandung unsur filsafat sering muncul dalam hidup manusia. Mencari arti hidup, mempelajari pandangan manusia, dan menghadapi penderitaan, adalah sebagian contoh peristiwa yang memerlukan kita untuk berpikir dalam-dalam guna mencari jawabannya.

Pikiran falsafi sering dipakai untuk membantu manusia guna menyelami apa yang sudah terjadi, sedang terjadi dan yang mungkin akan terjadi. Karena itu setiap aliran kepercayaan biasanya mempunyai tokoh-tokoh yang mampu membahas segi-segi kehidupan dari sudut filsafat keagamaan. Dalam agama Kristen, mungkin orang tidak menyadari bahwa Rasul Paulus sering memakai cara filsafat untuk mendalami arti hidup sebagai anak Allah. Sepanjang sejarah gereja, nama-nama seperti Augustine, Aquinas, Calvin, Kierkegaard, and lainnya, dikenal sebagai filsuf-filsuf Kristen. Di zaman modern ini, kita juga mempunyai pemikir-pemikir Kristen seperti C. S. Lewis, Alvin Plantinga, Francis Schaeffer, dan Ravi Zacharias.

Walaupun filsafat adalah sebuah ilmu yang bisa membantu kita untuk mencari arti hidup dan untuk menghadapi masalah kehidupan, ilmu filsafat saja tidak dapat menjelaskan hubungan manusia dengan Tuhan. Mereka yang digolongkan sebagai filsuf Kristen, selalu memakai Alkitab sebagai pedoman.

Mereka yang dipandang sebagai ahli pemikir dunia, seringkali memakai cara-cara manusiawi untuk menyelesaikan masalah. Mereka yang kelihatannya pandai berbicara dan mampu menarik perhatian masyarakat, tetapi tidak pernah memakai firman Tuhan sebagai pedoman, hanyalah “orang-orang pandai” yang merasa bahwa Tuhan tidak perlu dipikirkan. Mereka seringkali, seperti ayat diatas, menyampaikan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan pikiran dunia, tetapi tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Mereka berfilsafat untuk mencari keuntungan pribadi, dan bukan untuk memuliakan Tuhan.

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam menghadapi hidup ini. Pemikiran yang mendalam adalah perlu untuk mempelajari firman Tuhan. Logika berpikir dan logika bahasa adalah perlu untuk mendalami firmanNya, tetapi yang lebih perlu lagi adalah pencerahan Roh Kudus.

Adalah kenyataan bahwa pada umumnya orang Kristen sering malas untuk mendalami firman Tuhan. Asal percaya cukuplah, begitu mungkin anggapan mereka. Pergumulan pribadi untuk mengerti makna firman Tuhan seringkali dihindari, dan diganti dengan apa yang bisa diperoleh dari orang lain. Jalan yang mudah, tetapi tidak mendorong kearah kedewasaan iman. Sebaliknya, mereka sering dengan mudah mengagumi kata-kata bijak dan slogan-slogan singkat yang berbau filsafat dari orang-orang yang dianggap pandai atau suci.

Filsafat memang bisa membantu kita melangkah dalam hidup sehari-hari. Tetapi jika semua itu tidak berdasarkan pada firman Tuhan dan rasa takut kepada Tuhan, itu sama saja dengan usaha untuk mengganti filsafat Kristen dengan filsafat umum duniawi yang tidak mengenal Tuhan.

“Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” Pengkhotbah 12: 12 – 14

Satu pemikiran pada “Peranan filsafat bagi orang Kristen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s