Kesedihan membawa kepercayaan

“Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?” Mazmur 13: 2

Suatu perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan di luar negeri adalah adanya kuliah melalui internet. Dengan majunya teknologi, seorang murid tidak perlu menghadiri kuliah di universitas, tetapi cukup dengan memutar video rekaman kuliah melalui internet. Semua bahan-bahan kuliah juga tersedia secara elektronik, sehingga murid itu tidak perlu pergi ke perpustakaan atau ke toko buku.

Segala kemajuan teknologi memang bisa membawa kemudahan; walaupun demikian, tentu ada juga kemunduran atau akibat sampingan yang terjadi. Dalam hal pendidikan jarak jauh (distance education), kemunduran yang terjadi adalah dalam hubungan langsung antar murid dan antara murid dan dosen yang hilang, yang diganti dengan kontak melalui internet. Murid tidak bisa mengenal dosen, dan dosen tidak tahu akan sifat dan reaksi murid. Karena tidak adanya perjumpaan muka dengan muka, para murid seringkali lebih bebas untuk mengutarakan uneg-uneg mereka. Karena itu, tidak mengherankan jika ada kejadian dimana murid membuli atau menggosip dosen tertentu. Kejadian semacam ini tentu saja bisa menyebabkan kesedihan dan bahkan trauma psikologis bagi dosen yang bersangkutan.

Dalam hidup di dunia, memang tidak dapat dihindari adanya orang-orang yang kurang menyenangi kita, dan bahkan membenci kita. Apapun yang kita perbuat, tidak bisa membuat mereka senang. Lebih buruk lagi, ada orang-orang yang suka mencari-cari kesalahan orang, yang mempunyai naluri untuk menghancurkan hidup atau karir orang lain. Dengan segala tindakan mereka, orang mungkin merasa bahwa ada musuh-musuh yang selalu menunggu saat yang baik untuk menyerang.

Pemazmur, dalam ayat diatas, juga mengalami hal yang serupa. Ia merasa hidupnya berat karena musuh-musuh yang menekan dia. Hidupnya penuh kekuatiran dan kesedihan, karena ia merasa tidak berdaya. Tuhan seolah sudah melupakan dan meninggalkan dia.

“Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?” Mazmur 13: 1

Bagi orang percaya, tidak ada kesedihan yang lebih besar dari perasaan bahwa Tuhan sudah menelantarkan dia. Ini bukan hanya terjadi pada mereka yang lemah rohaninya, tetapi bisa dialami semua umat Kristen, baik muda atau tua, miskin atau kaya, di desa maupun di kota. Selama hidup di dunia, semua orang bisa mengalaminya.

Dalam Perjanjian Baru, Paulus yang pernah mengalami banyak hal yang serupa dengan apa yang dialami oleh pemazmur diatas, menuliskan keyakinannya sebagai satu nasihat kepada jemaat di Korintus.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” 1 Korintus 10: 13

Pagi ini, jika kita bangun tidur dengan mata yang masih terasa berat dan tubuh yang lelah, pikiran kita mungkin menganjurkan kita untuk menyerah. Tuhan seakan sudah meninggalkan kita. Hati kita mungkin menjerit seperti pemazmur: “Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati.”

Seperti Tuhan mendengarkan jeritan pemazmur, Tuhan juga mau menguatkan kita. Ia belum tentu menghilangkan kesulitan dalam hidup kita, tetapi melalui kesulitan yang kita hadapi, Tuhan mengingatkan kita bahwa Ia yang sudah berbuat baik pada masa yang lalu, Ia jugalah yang menyertai kita dan akan menolong kita pada saat yang tepat. Pujilah Tuhan yang mahakasih!

“Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.” Mazmur 13: 5 – 6

Satu pemikiran pada “Kesedihan membawa kepercayaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s