Harus tahu untuk mengerti

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119: 105

Di Australia ada organisasi yang dinamakan Royal Automobile Club yang ada di berbagai negara bagian. Organisasi ini kebanyakan sudah berumur lebih dari 100 tahun, dan mempunyai tujuan untuk menghimpun para pemilik dan pengemudi mobil dalam segala kegiatan dan kepentingan bermobil. Organisasi yang ada di Queensland misalnya (RACQ) , mempunyai jasa pelayanan di jalan (road assist) yang memberi bantuan kepada mereka yang mengalami kerusakan mobil di jalan, menyediakan asuransi kendaraan dan rumah, dan juga berbagai fasilitas kemudahan lainnya. Selain itu, RACQ menerbitkan majalah bulanan yang berisi ulasan mobil, cara mengemudi di medan tertentu, laporan perjalanan manca negara, dan juga membahas peraturan lalu lintas yang baru atau yang sering disalah-mengertikan.

Untuk saya yang sudah memegang SIM Australia selama 35 tahun, ulasan peraturan lalu lintas di majalah RACQ sangatlah menarik. Seringkali, dari membaca ulasan itu saya diingatkan bahwa peraturan lalu lintas tertentu itu ada, dan juga kadang-kadang diinsafkan bahwa pengertian saya tentang peraturan tertentu itu ternyata keliru. Memang untuk mendapat SIM di Australia tidaklah mudah, banyak orang yang gagal untuk memperolehnya pada kesempatan pertama; tetapi adanya SIM tidak menjamin bahwa pemiliknya faham atau ingat akan peraturan lalu lintas tertentu, ataupun mampu untuk menaatinya.

Hafal akan hukum yang ada belum tentu menjamin seseorang untuk bisa menjalaninya. Tetapi siapa yang tidak mengenal atau lupa akan adanya hukum, tentunya akan sulit untuk menaatinya. Begitu juga orang Kristen yang tidak tahu atau lupa akan firman Tuhan di Alkitab, akan sulit untuk hidup dalam kebenaran. Alkitab adalah firman Tuhan, dan karena itu setiap orang Kristen harus sering membaca dan mempelajarinya agar bisa melaksanakannya dalam hidup sehari-hari. Pengertian yang sama juga dimiliki penganut agama-agama lain, yang menggalakkan semangat untuk menghafal ayat-ayat kitab suci mereka dengan mendorong sebagian umat mereka untuk menjadi teladan.

Adalah kenyataan bahwa sebagian besar orang Kristen tidaklah tertarik untuk menghafalkan ayat Alkitab. Ada yang tidak punya waktu untuk menggumuli firman Tuhan, karena itu lebih senang untuk sekali seminggu ke gereja untuk mendapat “firman instan”. Selain itu ada juga yang beranggapan bahwa adalah lebih baik untuk menjadi pelaku firman daripada menjadi orang yang hanya hafal firman. Bukankah orang yang paling hafal akan hukum Tuhan adalah orang Farisi? Bukankah Yesus membenci orang sedemikian, karena walaupun mereka tahu firman Tuhan, mereka tidak melaksanakannya?

Memang benar bahwa orang yang tahu adanya perintah Tuhan tetapi tidak melaksanakannya adalah orang yang munafik. Jika ini kita bayangkan, barangkali orang semacam ini adalah seperti pengemudi mobil yang punya SIM dan sudah lama mengemudi, tetapi tetap sering dengan sengaja melanggar peraturan lalu lintas. Sebaliknya, mereka yang tidak mau mempelajari firman Tuhan tetapi ingin hidup sebagai orang Kristen adalah seperti orang yang ingin mengemudikan mobil sekalipun tidak mengerti peraturan lalu lintas. Mungkin saja mereka hafal akan beberapa ayat Alkitab, tetapi mereka tidak mengerti konteks dan aplikasinya. Bagaimana mungkin mereka bisa survive dalam perjalanan hidup tanpa mencelakai diri sendiri dan orang lain?

Pagi ini, ayat diatas mengingatkan kita bahwa selama hidup, kita harus mau memakai firman Tuhan sebagai pembimbing langkah kehidupan kita. Membaca dan menghafal firman Tuhan adalah sebuah kesempatan yang berharga dan tanggung jawab setiap orang Kristen. Kita tidak dapat menjadi orang Kristen “semau gue“, yang tidak mempedulikan peraturan dan bimbingan Tuhan. Tuhan memang panjang sabar dan mahakasih, tetapi Ia menghargai mereka yang takut akan Dia.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” Mazmur 103: 8 – 13

Satu pemikiran pada “Harus tahu untuk mengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s