Mengabdi kepada Tuhan sepanjang hari

“Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Lukas 16: 13

Bekerja sebagai dosen di Australia seperti saya, ada enak dan tidak enaknya. Pekerjaan ini bukanlah seperti pekerjaan lain yang terbatas pada jumlah jam tertentu saja. Mereka yang bekerja di kantor, umumnya mulai bekerja jam 9 pagi dan pulang kerumah sekitar jam 5 sore; dalam sehari mereka bekerja sekitar 7,5 jam. Tetapi, seorang dosen tidak selalu mulai bekerja pada waktu yang sama, karena jam kerja adalah cukup fleksibel. Terkadang saya berangkat ke kantor jam 8 pagi, tetapi bisa juga jam 10 pagi, semua tergantung tugas apa yang harus dikerjakan hari itu. Kebanyakan dosen bisa bekerja dari kantor atau dari rumah dengan memakai komputer, dan biasanya bekerja setidaknya 38 jam dalam seminggu. Tetapi pada saat yang diperlukan, seorang dosen harus bekerja dua kali lebih banyak, misalnya pada saat-saat memeriksa hasil ujian atau mempersiapkan riset.

Memang bekerja itu perlu untuk mencari penghasilan. Tanpa bekerja, manusia umumnya tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Jika dalam sehari orang menghabiskan waktu setidaknya 8 jam untuk bekerja, 2 jam untuk persiapan kerja dan perjalanan, dan 7 jam untuk tidur, apa yang tersisa tidaklah banyak, hanya 7 jam saja. Bagi seseorang yang mempunyai berbagai aktivitas dan kegiatan lain, waktu yang tersisa untuk keluarga mungkin hanya 1-2 jam sehari, dan untuk Tuhan mungkin tidak ada yang tersisa, kecuali pada hari Minggu jika sempat ke gereja.

Bagaimana kita bisa hidup sebagai anggota keluarga yang baik dengan terbatasnya waktu? Dan bagaimana pula kita bisa menjadi anggota keluarga Kristus jika kita sudah sulit untuk menyediakan waktu untuk Tuhan dan orang-orang disekitar kita? Inilah masalah yang dihadapi banyak orang Kristen. Karena itu, bagi sebagian orang Kristen, kedekatan kepada Tuhan itu adalah tugas rohani yang diwakilkan kepada para pendeta dan pemimpin gereja, mereka yang hidup sebagai rohaniawan.

Ayat diatas sering ditafsirkan dalam konteks fokus hidup manusia. Mereka yang hanya memikirkan harta duniawi, tidak akan bisa membaktikan diri kepada Tuhan. Perhatian manusia tidak dapat dibagi dua: sebagian untuk Mamon, dewa uang, dan sebagian lagi untuk Tuhan semesta alam. Tetapi, ayat ini sebenarnya juga menyangkut segala aspek jasmani kehidupan kita dan bukan hanya soal uang. Mereka yang menggunakan hidup dan waktu hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan kepentingan diri sendiri, tidak akan bisa memenuhi kebutuhan rohani, yaitu kedekatan dengan Tuhan. Karena itu, mereka yang hanya hidup untuk hal jasmani, lambat laun akan sakit dan mati rohaninya.

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Matius 4: 4

Bagaimana kita bisa hidup sehat, baik secara jasmani dan juga secara rohani, jika kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan? Pertanyaan bagus yang mungkin sulit dijawab, apalagi karena kita sadar bahwa waktu yang kita punyai adalah terbatas. Tetapi jawab pertanyaan itu ada dalam Alkitab. Alkitab adalah firman Tuhan yang diberikan kepada manusia sebagai pedoman hidup yang bisa dilaksanakan manusia dengan pertolongan Tuhan. Alkitab bukan buku hanya teori psikologi seperti apa yang ditulis oleh guru-guru dan para pembicara terkenal. Alkitab juga bukan buku mantra yang bisa membuat segala sesuatu terjadi secara ajaib. Sebaliknya, Alkitab memberi kita bimbingan sehingga kita bisa memakai dan menjalani hidup kita ini sesuai dengan kehendak Tuhan.

Apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa membaktikan diri hanya kepada Tuhan? Hanya ada satu cara, yaitu dengan mengikut-sertakan Tuhan dalam segala sesuatu yang kita kerjakan. Dengan demikian, Tuhan akan beserta kita pada setiap saat dan keadaan, dan kita berjalan bersama Dia sepanjang hari. Jika Tuhan adalah tuan dan pemimpin kita, komunikasi kita dengan Dia haruslah berjalan terus, dimanapun kita berada dan dalam apapun yang kita kerjakan. Dalam sehari ada 24 jam, dan selama itu Tuhan mengharapkan kita untuk menghormati Dia dan menurut perintahNya.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3: 23

Satu pemikiran pada “Mengabdi kepada Tuhan sepanjang hari

  1. Tgs pak Andreas lumayan sibuk dan padat ya pak. Salut dech msh smpat menulis dan rilis setiap hari. Smoga smngat sllu ya, Pak.

    Trmksh utk renungan2nya yg sllu reflektif dan menginspirasi. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s