Nepotisme adalah dosa yang terselubung

“Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.” Yakobus 2: 9

Apakah nepotisme itu? Kata nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang berarti “keponakan” atau “cucu”. Istilah ini biasanya dipakai untuk mengutarakan keadaan buruk yang bisa menyebabkan keresahan karena adanya ketidakadilan. Orang yang sebenarnya berprestasi baik, ternyata tidak terpilih untuk menjabat sesuatu kedudukan karena orang yang dipilih adalah teman atau sanak dari orang yang berkuasa. Nepotisme pada hakikatnya adalah diskriminasi atas orang-orang yang bukan tergolong keluarga atau golongan sendiri.

Nepotisme sering terjadi dalam masyarakat atau negara dimana tertib hukum belum sepenuhnya tercapai, dan juga di lingkungan dimana keadilan sosial masih kurang berkembang. Dalam Alkitab perjanjian lama, kasus nepotisme banyak terjadi. Apa yang dilakukan imam Eli kepada anak-anaknya – dengan membiarkan mereka berlaku semaunya di kemah suci, merupakan contoh bagaimana nepotisme bisa membawa malapetaka (1 Samuel 2: 11 – 16). Agaknya mengherankan bahwa sekalipun imam Eli dan anak-anaknya mendapat hukuman berat dari Tuhan karena nepotisme, umat Kristen di sepanjang sejarah gereja masih kurang mau berusaha untuk menghilangkan hal yang jelas dibenci Tuhan.

Nepotisme bukan hanya menyangkut perlakuan istimewa (special treatment) kepada sanak saudara saja, tetapi bisa juga kepada mereka yang dianggap teman, sesuku, segolongan, kaya, pandai atau ternama. Sekalipun sering terlihat, nepotisme adalah hal yang jarang dibahas dan bahkan tabu untuk dibicarakan di kalangan umat Kristen, walaupun orang Kristen seharusnya tahu bahwa di hadapan Tuhan semua orang adalah sama dan sederajat. Apalagi, Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepadaNya.

Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” 2 Korintus 5: 15

Pagi ini, jika kita ke gereja, kita akan bisa melihat banyak orang yang ingin berbakti kepada Tuhan. Sama seperti kita, mereka yang dulunya adalah orang-orang berdosa, sekarang sudah diselamatkan karena iman. Sekalipun mereka mempunyai berbagai ragam latar belakang sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi, mereka semua adalah saudara-saudara kita dalam Kristus. Adalah tepat bahwa ayat Yakobus 2: 9 diatas mengingatkan bahwa sebagai orang Kristen kita tidak boleh membeda-bedakan mereka berdasarkan status mereka.

“Sebab Allah tidak memandang bulu.” Roma 2: 11

Lebih dari itu, sebagai orang Kristen kita diperintahkan untuk mengasihi sesama kita, bukan hanya saudara-saudara kita. Biarlah melalui hidup anak-anak Tuhan, makin banyak orang yang mau percaya karena kasih Tuhan dan karena kasih kita tidak membeda-bedakan.

“Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” Matius 4: 45

Satu pemikiran pada “Nepotisme adalah dosa yang terselubung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s