Periksalah hidupmu

“Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.” 2 Korintus 13: 5

Berapa kali dalam setahun kita harus ke dokter untuk check-up? Tentunya itu tergantung pada keadaan kesehatan kita; ada yang cukup sekali setahun, ada pula yang lebih sering dari itu. Seperti servis mobil yang harus dilakukan secara teratur, begitu juga tubuh kita harus diperiksa pada saat-saat tertentu. Tetapi, kalau mobil mempunyai berbagai alat yang bisa dilihat atau digunakan untuk memastikan kelaikannya, tubuh kita tidak mempunyai hal serupa. Karena itu, peranan perasaan dan kebijaksanaan sangat penting agar kita bisa dan mau memonitor kesehatan kita. Banyak orang yang tidak merasa sakit dan tidak mau pergi ke dokter secara berkala, kaget jika mereka tiba-tiba mengalami sakit yang tidak terduga.

Hal memonitor dan memeriksa keadaan kesehatan atau health monitoring memang adalah salah satu kegiatan manusia yang sangat penting. Kegiatan ini bukan hanya untuk tubuh manusia, tetapi juga menyangkut kesehatan mobil, rumah, jalan, jembatan, gedung dan berbagai infrastruktur lainnya. Kealpaan dalam usaha memonitor dan menguji fungsi dan keadaan mereka, seringkali harus dibayar mahal setelah kerusakan terjadi. Mereka yang mengabaikan adanya perubahan keadaan dengan berjalannya waktu, cepat atau lambat akan mengalami kerugian besar.

Bagaimana dengan kesehatan rohani kita? Bagi banyak orang yang mengaku Kristen, pergi ke gereja sekali seminggu mungkin dianggap cukup untuk memelihara kesehatan rohani mereka. Sekali seminggu, satu atau dua jam saja, sudah dirasakan memenuhi syarat untuk tetap tegak dalam iman. Selama 6 hari berikutnya, orang kemudian bekerja tanpa memikirkan apakah kerohaniannya tetap terpelihara dan hidupnya tetap berjalan dengan benar. Hidup dengan demikian tetap dijalani tanpa memikirkan bahwa tubuhnya adalah rumah Tuhan, dan Yesus hidup dalamnya.

Ayat diatas menganjurkan kita untuk memonitor dan memeriksa hidup kerohanian kita. Untuk menguji apakah dalam hidup sehari- hari kita tetap berjalan menurut firman Tuhan. Jika kita mau memikirkan, memonitor dan memeriksa hidup kita setiap hari, kita akan selalu bisa melihat seberapa jauh kita yakin bahwa kita hidup untuk memuliakan Tuhan. Sebaliknya, mereka yang tidak pernah mau menguji hidupnya, tidak akan menyadari jika hidup rohaninya sudah jauh dari kebenaran Tuhan. Bagi mereka, kesadaran bahwa mereka sudah jauh tersesat dari jalan yang benar akan memberi kejutan yang tidak akan membawa kebahagiaan.

“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.” 1 Tesalonika 5: 21 – 22

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s