Kapan kita perlu beristirahat?

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.” Markus 6: 31 – 32

Hari Natal sudah lewat dan Tahun Baru mendatangi. Bagi banyak orang saat ini adalah liburan akhir tahun. Tetapi, karena kesibukan yang ada, seringkali liburan ini tidak terasa sebagai kesempatan untuk beristirahat. Malahan, sesudah acara-acara selesai dan orang harus kembali bekerja, tubuh dan pikiran menjadi lebih lelah jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

Memang dalam seminggu kita bekerja, kita setidaknya harus beristirahat pada hari yang ketujuh. Di banyak negara, rakyat malahan hanya bekerja lima hari seminggu. Walaupun demikian, manusia pada umumnya membutuhkan istirahat lebih dari yang ada pada tiap minggu. Kapan kita perlu beristirahat sebenarnya mudah dijawab: ketika tubuh dan jiwa kita lelah. Tetapi itu tidak mudah dilaksanakan.

Sebagai orang Kristen kita terpanggil untuk memakai hidup kita untuk memuliakan Tuhan. Jika kita bekerja, kita bekerja untuk Tuhan. Karena itu, kemalasan dan kurangnya rasa tanggung jawab dalam bekerja, dipandang sebagai dosa. Banyak orang Kristen yang kemudian terjerumus dalam keadaan yang sebaliknya, yaitu sibuk bekerja tanpa mengenal waktu. Dalam hal ini, seorang workaholic adalah seorang yang “gila” dalam hal bekerja, yang belum tentu karena senang bekerja, tetapi karena merasa harus bekerja terus menerus.

Bagaimana tanggapan Yesus akan hal hidup dan bekerja? Kata workaholic yang mempunyai konotasi yang jelek itu tidak ada dalam Alkitab. Alkitab tidak secara khusus membahas kasus orang yang gila kerja. Walaupun begitu, ayat diatas mengungkapkan apa yang terjadi dalam satu hari kerja Yesus, dan yang bisa terjadi dalam hidup kita. Pada saat itu, Yesus dan murid-muridNya begitu sibuk melayani orang yang membutuhkan penghiburan, penguatan, kesembuhan dan sebagainya. Karena begitu banyak orang yang datang, Yesus dan para murid tidak sempat makan. Yesus yang melihat bahwa begitu banyak orang yang terus menerus datang, kemudian mengajak murid-muridNya untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sepi. Bekerja itu perlu, begitu juga istirahat.

Pagi ini, panggilan Tuhan adalah agar kita menganalisa hidup kita. Jika kita bekerja, sekalipun itu untuk hal yang baik, kita tidak boleh mengabaikan kesehatan kita, baik jasmani dan rohani. Begitu banyak orang yang ingin memuliakan Tuhan dengan bekerja keras, tetapi lupa bahwa mereka juga harus mengasihi diri mereka sendiri. Akibatnya, bukan saja kesehatan tubuh mereka terganggu, tetapi kerohanian mereka juga mengalami kehausan. Tambahan lagi, dengan hidup yang terlalu sibuk dan kurangnya istirahat, keadaan dalam keluarga juga bisa ikut terpengaruh.

Apa yang harus kita sadari adalah Tuhan ikut bekerja bersama kita jika kita memang mau memuliakan namaNya. Ia tidak membiarkan usaha kita menjadi mundur atau hancur jika kita menyerahkan semuanya kedalam tanganNya. Biarlah Tuhan memberi kita kebijaksanaan untuk bisa mengatur hidup kita dengan lebih baik di tahun yang baru!

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8: 28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s