Tahun baru, harapan baru

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” Roma 13: 12

Tanggal satu bulan satu, itulah tahun baru. Tidak terasa 365 hari sudah berlalu, dan semua yang terjadi kini tinggal hanya kenangan. Mungkin diantaranya ada kenangan yang indah dan kita berharap untuk bisa mengulanginya di tahun yang baru ini. Tetapi, apa yang menjadi kenangan buruk, kita berharap agar tidak terjadi lagi.

Apa yang akan terjadi pada tahun yang baru ini tidak ada orang yang tahu. Walaupun begitu, orang Kristen percaya bahwa Tuhan sudah mengatur segala sesuatu dari mulanya. Tuhan yang mahatahu bisa melihat apa yang akan terjadi, dan mampu melakukan apa yang perlu untuk memenuhi rancanganNya. Dengan demikian, walaupun manusia bebas menjalani hidupnya, pada akhirnya Tuhanlah yang menentukan agar segala sesuatu terbentuk sesuai dengan apa yang dikehendakiNya.

Jika Tuhan mempunyai rencana, itu pasti terjadi. Jika tidak demikian, Tuhan bukanlah Tuhan yang mahakuasa. Hal ini jika dipikirkan dalam-dalam, bisa membuat kita kuatir. Tuhan yang mahakuasa, tentunya tidak dapat kita tentang. Apa yang dikendakiNya? Apakah itu adalah sesuatu kita sukai ? Kapan itu akan terjadi? Itu adalah beberapa pertanyaan yang mungkin ada pada saat kita memasuki tahun baru ini.

Sebagai manusia kita tahu bahwa apa yang tidak bisa kita pastikan, seringkali mendatangkan kegalauan. Berbagai contoh dalam Alkitab menunjukkan adanya orang-orang seperti Abraham dan Simson yang tidak sabar menunggu tindakan dan bimbingan Tuhan. Mereka kemudian melupakan Tuhan dan mengambil keputusan yang salah. Perbuatan seperti itu seringkali berakhir dengan hal yang menyedihkan. Tetapi diantara kekacauan yang dibuat manusia, Tuhan tetap dapat meneruskan apa yang sudah direncanakanNya. Malahan, seringkali Tuhan memakai apa yang dilakukan atau dialami manusia, baik itu yang nampaknya bagus ataupun kurang bagus, untuk mencapai apa yang sudah ditetapkanNya.

Sebagai umat Kristen kita dipanggil untuk selalu bekerja untuk memuliakan Tuhan. Sebagai umat percaya kita tidak boleh mempunyai sikap fatalis, yang berserah kepada “nasib”. Tetapi dalam kenyataannya, banyak orang Kristen yang secara keliru menganggap bahwa segala yang kita lihat atau alami pada saat tertentu, seperti untung atau rugi, sakit atau sehat, berhasil atau gagal, sudah ditentukan Tuhan. Dengan demikian peranan manusia sebagai ciptaan Tuhan menjadi kabur, untuk tidak dikatakan musnah. Padahal, apa yang dikerjakan setiap manusia di dunia ini merupakan bagian dari rencana besar dari Tuhan.

Manusia diciptakan Tuhan untuk kemuliaanNya. Karena itu kita tidak boleh bersikap pasrah saja dalam hidup ini. Bagaimana manusia bisa memuliakan Tuhan dengan tidak berbuat apa-apa, atau dengan bekerja asal-asalan saja? Itu mustahil. Sebagian orang mungkin berdalih bahwa Tuhanlah yang dibalik segala masalah dan kegagalan yang dialami manusia. Tetapi, bagaimana Tuhan ingin dimuliakan manusia jika Ia membuat manusia melakukan sesuatu yang tidak memuliakanNya? Itu juga mustahil. Manusia diciptakan menurut gambar Allah sebagai mahluk yang bisa bertanggung jawab atas segala tindakannya. Dengan demikian, manusia harus bisa mengambil inisiatif untuk melakukan sesuatu, merencanakan masa depan, dan berjuang untuk mencapai keberhasilan, demi kemuliaan bagi Tuhan. Kita juga harus percaya bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8: 28).

Pagi ini, ayat diatas mengatakan bahwa dalam hidup kita, seharusnya kita bisa bersukacita dalam pengharapan bahwa Tuhan akan menerima usaha kita untuk memuliakan namaNya. Kita juga harus bisa bersabar dalam kesulitan, sekiranya apa yang kita kerjakan belum membawa hasil yang kita harapkan. Kita harus tetap yakin bahwa Tuhan menghendaki kita untuk tetap berjuang sambil bertekun dalam doa untuk mencari kehendak dan bimbinganNya. Biarlah nama Tuhan makin dimuliakan melalui hidup kita di tahun yang baru ini!

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Roma 12: 11

5 pemikiran pada “Tahun baru, harapan baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s