Tuhan adalah gembalaku

“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” Mazmur 23: 1 – 3

Hari ini adalah hari terakhir sebelum datangnya tahun baru, hari yang tepat untuk membuat analisa kaleidoskop 2018 dan merenungkan apa yang sudah diperbuat Tuhan dalam hidup kita. Agaknya ayat diatas adalah ayat yang cocok untuk diselami pagi ini. Siapakah yang tidak pernah mendengar atau membaca tulisan pemazmur yang indah itu?

Ayat diatas adalah ayat yang sangat populer dan sering dipakai untuk menyatakan syukur atas bimbingan Tuhan. Walaupun indah bunyinya dan bisa memberi ketenangan, ayat itu mungkin kurang bisa dipakai untuk membesarkan hati seseorang yang menghadapi persoalan hidup karena adanya kemungkinan bahwa orang tersebut justru merasa sedih karena agaknya Tuhan tidak pernah peduli atas hidupnya.

Memang bagi sebagian orang, Tuhan, gembala yang baik itu, serasa belum atau jarang muncul dalam hidup mereka. Tuhan adalah gembala yang baik bagi domba-domba yang hidup dalam keberuntungan, begitu mungkin pendapat sebagian orang. Pendapat itu agaknya tidak salah karena memang kehadiran Tuhan hanyalah bisa terlihat dan dirasakan oleh mereka yang beruntung sudah dicelikkan matanya dan dibukakan telinganya oleh Tuhan.

“Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.” Matius 13: 16

Tuhan Yesus sendiri pernah berkata bahwa Ia adalah gembala yang baik. Ia mau membimbing domba dimanapun, tetapi tidak semua domba bisa mengenal Dia dan mendengarkan suaraNya.

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.” Yohanes 10: 15

Domba-domba yang tidak mengenali Yesus dan tidak mendengar suaraNya bukanlah dombaNya. Tetapi karena kasihNya, Yesus mau menjadikan mereka dombaNya jika mereka mau mengikut Dia. Yesus, gembala yang baik, mengasihi seisi dunia sehingga Ia bersedia mati untuk ganti semua dombaNya.

Pagi ini, kita harus merenungkan apakah selama tahun yang hampir lalu ini kita sudah bisa merasakan kehadiran gembala yang baik, Yesus Kristus. Apakah selama ini sudah ada rasa cukup dan damai dalam hidup kita? Ataukah kita belum merasakan kehadiran gembala kita dan karena itu sering timbul berbagai rasa kuatir dan takut? Dalam hal ini, apakah kita seringkali terlalu sibuk dalam hidup kita sehingga mata kita seperti buta dan telinga kita seperti tuli terhadap kasih pemeliharaan dan kebesaran Tuhan?

Tahun yang baru akan datang esok hari. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi besar kemungkinan bahwa kita harus menyeberangi berbagai jurang dan mendaki banyak gunung. Dimanakah gembala yang baik itu? Biarlah kita mau berdoa agar Tuhan mau membuka mata dan telinga rohani kita sehingga kita bisa mengenali Yesus, dapat merasakan kehadiranNya dan mendengar suaraNya pada setiap saat. Semoga dalam memasuki tahun yang baru ini kita bisa lebih bisa mempercayakan hidup kita kedalam bimbingan Tuhan kita. Selamat tahun baru!

2 pemikiran pada “Tuhan adalah gembalaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s