Tuhan melindungi kita

“Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” Yohanes 17: 15

Sejak kelahirannya, seorang anak mendapat perhatian dan bimbingan orangtuanya. Semua orangtua tentunya mengingini anak-anak mereka berhasil dalam hidup mereka. Karena itu, sedapat mungkin orangtua umumnya ingin membantu anak-anaknya sejak dari kecil, melewati masa- masa sekolah, universitas, bahkan sampai mereka bisa berumah-tangga.

Maksudnya baik tetapi caranya sering salah, ada orangtua yang membantu anaknya agar bisa berhasil dalam bersekolah dengan cara-cara yang tidak benar; bahkan untuk bisa masuk dan lulus di universitas idaman, orang tua menggunakan berbagai cara agar itu bisa tercapai. Cara “menebus” atau bail out kepentingan anak ini sangat sering terjadi, terutama di negara-negara berkembang. Cara-cara itu dianggap biasa asal tidak terang-terangan melanggar hukum. Bagi orang tua, hal-hal semacam itu sering dilakukan dengan alasan “cinta kasih” kepada anak-anak mereka. Mereka memang sangat berharap agar anak-anak mereka bisa menjadi orang-orang yang sukses di hari depan.

Benarkah upaya orangtua untuk meringankan hidup anak seperti diatas? Mungkin orangtua yang melakukan hal itu tidak pernah memikirkan bahwa semua cara yang sedemikian bukan hanya membuat anak menjadi manja dan kurang bisa berdiri sendiri, tetapi juga bisa membuat masa depan anak menjadi suram karena mereka tidak terbiasa untuk menghadapi tantangan hidup. Celakanya, anak yang dididik sedemikian, mungkin saja akan mendidik anak mereka dengan cara yang serupa.

Bagaimana pula Tuhan mendidik anak-anakNya? Alkitab menulis bahwa Bapa yang baik tidak memanjakan anaknya.

“Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Ibrani 12: 5 – 6

Tuhan yang mahakasih memberkati umatNya bukannya selalu dengan kenyamanan tapi dengan ketabahan. Ia tidak memberikan kenyamanan yang berlebihan bagi semua umatnya, tetapi dengan apa yang bisa dinikmati dengan rasa cukup dan syukur setiap hari. Yesus memang mengajarkan kita untuk meminta rezeki yang secukupnya untuk hari ini (Matius 6: 11). Ia juga pernah berkata agar kita tidak kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri (Matius 6: 34).

Pagi ini, jika kita merasa hidup kita berat, kita harus sadar bahwa Tuhan tidak ingin memisahkan umatNya dari manusia yang lain dan memberi hidup yang penuh kenyamanan di dunia. Selama hidup di dunia yang penuh dosa ini semua orang akan menghadapi bahaya, tantangan, perjuangan dan masalah. Tetapi bagi umat Tuhan ada satu jaminan bahwa Tuhan tetap akan melindungi mereka. Karena itu kita tidak seharusnya berdoa agar Tuhan membuat hidup kita ringan dan nyaman, tetapi sebaliknya berdoa meminta agar Tuhan memberi kekuatan dan perlindungan dalam menghadapi segala tantangan. Sebab kedamaian, dan bukannya kenyamanan, adalah ciri hidup orang Kristen.

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Ibrani 13: 5 – 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s