Pertumbuhan yang membawa kebaikan

“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” Lukas 2: 52

Tuhan Yesus datang dari surga sebagai Anak Allah untuk menebus dosa manusia. Ia adalah Tuhan yang menjadi manusia sepenuhnya, hanya saja Ia tidak berdosa. Sebagai manusia ia dilahirkan sebagai seorang bayi melalui anak dara Maria, dan tumbuh menjadi dewasa. Tidak banyak yang kita ketahui mengenai masa kecil Yesus, selain Ia tentunya ikut bekerja sebagai tukang kayu seperti ayahNya, Yusuf (Markus 6: 3). Yesus sebagai manusia adalah orang biasa yang sederhana, bukan orang kaya ataupun orang yang berkuasa.

Benarkah bahwa Yesus tidaklah berbeda dengan manusia biasa? Banyak orang yang sampai sekarangpun berpendapat bahwa Yesus adalah manusia yang baik dan barangkali guru filsafat yang pandai, tetapi tidak lebih dari itu. Mereka yang bukan umat Kristen tidak dapat menerima pernyataan Alkitab bahwa Yesus adalah Anak Allah. Walaupun demikian, sejarah mencatat bahwa Yesus adalah orang yang paling berpengaruh di dunia dari segala masa.

Selama di dunia, Yesus adalah Tuhan dan juga manusia, tetapi bukannya berganti-ganti diantara kedua eksistensi itu. Sebagai manusia Ia dilahirkan, tumbuh menjadi dewasa dan menjalankan tugas-tugasNya untuk sesama manusia, dan juga untuk kemuliaan Bapa di surga. Tidaklah mengherankan bahwa ayat diatas mencatat bahwa dalam proses pertumbuhanNya sebagai manusia, Yesus bertambah besar dan makin bijaksana, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Bagaimana kita sebagai umat Kristen bisa bertumbuh dan menjadi serupa dengan Yesus? Itulah pertanyaan yang sulit dijawab. Sebab orang bisa tumbuh dengan baik secara jasmani dan menjadi dewasa, tetapi secara rohani pertumbuhannya tidaklah seperti seharusnya.

Banyak orang yang sudah bertahun-tahun mengaku Kristen, tetapi tidak mempunyai kebijaksanaan dan cara hidup yang sesuai dengan firman Tuhan. Mereka lebih sering memperdebatkan hal-hal duniawi seperti hal makanan dan minuman, atau mempersoalkan apa yang baik atau buruk menurut ukuran manusia, dan itu seringkali justru membawa kekacauan dan kebingungan dalam masyarakat. Mungkin karena adanya batu sandungan seperti itulah, orang lain kemudian menjadi ragu untuk mengikut Kristus.

Pagi ini, mungkin kita sudah menjalani hidup kita di dunia ini cukup lama. Kita mungkin sudah tumbuh sepenuhnya secara jasmani tetapi apakah dalam hal rohani kita juga sudah makin dewasa dan makin bijaksana? Jika pertumbuhan itu ada, apakah itu sudah membawa kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dari Roh Kudus demi kebaikan untuk Tuhan dan sesama?

“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” Roma 14: 17 – 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s