Haleluya setiap saat

Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Mazmur 106: 1

Kata haleluya atau pujilah Tuhan (praise the Lord) adalah kata yang dikenal semua orang Kristen walaupun hanya beberapa denominasi yang sering menggunakan atau mengucapkannya. Pada pihak yang lain, banyak orang yang mengucapkan kata ini hanya sebagai gurauan saja, tanpa kekhusyukan sama sekali.

Dari mana asal kata haleluya ini? Kata ini berasal dari kata hallĕlūyāh dalam bahasa Ibrani dan kata allēlouia dalam bahasa Yunani, yang kemudian dipakai dalam bahasa Latin sebagai kata alleluia, yang dalam bahasa Inggrisnya adalah halleluyah. Kata ini menjadi makin terkenal dengan adanya Halleluyah Chorus dari musik konser Messiah ciptaan Handel pada tahun 1741.

Jika ciptaan Handel itu dianggap sebagai lagu rohani yang memuji Tuhan, ada banyak lagu Halleluyah lain yang diciptakan berbagai komposer, termasuk sebuah lagu pop sekular yang mengandung unsur seks dan keduniawian yang diciptakan oleh Leonard Cohen pada tahun 1984 dan baru-baru ini menjadi populer lagi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berbeda dengan lagu yang asli, lagu pop ini sebenarnya bukan lagu pujian kepada Tuhan.

Bagi umat Kristen, tidak ada keraguan bahwa ayat diatas mengandung kata haleluya dalam konteks yang benar, yaitu pujian untuk Tuhan sebab Ia baik dan selalu mengasihi kita dengan setia. Pujian kepada Tuhan memang seharusnya kita sampaikan kepadaNya setiap hari karena Ia memelihara kita: dulu, sekarang dan untuk selamanya.

Lebih dari itu, haleluya juga sepatutnya kita ucapkan ketika kita ingat bahwa Yesus sudah datang dari surga untuk menebus dosa kita, dan Ia sudah mengalahkan maut dengan kebangkitanNya. Karena itu kita boleh berharap akan masa depan yang indah bersama Dia.

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” 1 Petrus 1: 3

Ucapan haleluya memang seharusnya keluar dari dalam hati dan mulut kita setiap saat, dan bukan hanya ketika kita sadar bahwa adalah keajaiban bahwa kita masih bisa bangun tidur dan melihat sinar matahari setiap hari. Tetapi memuji Tuhan secara tulus dan khusyuk memang tidak mudah dilakukan.

Pada saat-saat tertentu hidup kita mungkin terasa berat karena berbagai tekanan dan penderitaan. Rasa tertekan juga menjadi semakin besar jika kita sering merasa gagal untuk berjalan menurut perintahNya. Walaupun demikian, kita harus yakin bahwa sekalipun Yesus sudah di surga, Ia tetap menyertai kita hari demi hari.(Yohanes 14: 18). KasihNya yang besar juga memberi pengampunan jika kita mengakui dosa kita ( 1 Yohanes 1: 9).

Pagi ini, adakah alasan bahwa kita tidak perlu mengucapkan haleluya dalam hati kita?

Tuhan Yesus tidak berubah

Tidak berubah, tidak berubah

Tuhan Yesus tidak berubah

Tak berubah selama-lamanya

Haleluya haleluya haleluya haleluya

Haleluya haleluya haleluya

Satu pemikiran pada “Haleluya setiap saat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s