Apa yang harus dikerjakan setelah kegagalan?

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filipi 4: 13

Sangatlah menarik bahwa di dunia ini sekarang ada banyak orang yang menjadi motivator. Agaknya karena banyaknya orang yang mengalami kesulitan hidup, apa yang dikumandangkan oleh orang-orang yang pandai berpidato ini menjadi barang komoditi yang laris. Pada umumnya mereka yang berkecimpung dalam bidang psikologi pemikiran positif ini, selalu menganjurkan agar orang selalu optimis dan positif dalam segala hal, dan tidak mudah berputus asa. Sebagian pendeta pun tidak segan-segan memakai pendekatan positive thinking dalam khotbah-khotbah mereka, dan berusaha meyakinkan jemaat bahwa jika Tuhan beserta mereka, mereka akan selalu sukses. Mereka mencoba menghapus kata ” gagal” dalam pikiran orang, karena pengaruh negatif yang bisa membuat orang kehilangan semangat. Tidaklah mengherankan bahwa ada banyak orang yang terbuai akan pesan-pesan seperti itu, dan semua itu membuat banyak motivator menjadi pembicara yang terkenal dan berpenghasilan tinggi.

Benarkah bahwa sebagai orang Kristen kita harus selalu memakai prinsip “pantang menyerah” dalam hidup ini? Memang banyak orang yang mengajarkan bahwa jika kita gagal, kita harus mencoba lagi dan terus mencoba sampai berhasil. If you fail, try  again, and again and again. Ini ada benarnya, bahwa tidak semua orang bisa berhasil dalam usaha pertamanya. Mereka yang cepat berputusasa dan mudah menyerah akan sulit untuk mencapai keberhasilan. Memang mereka yang berhasil dalam hidup mereka, biasanya adalah orang-orang yang ulet, dan orang Kristen yang berhasil biasanya membanggakan bahwa semua itu bisa terjadi karena iman. Tetapi, mereka yang gagal bisa saja merasa sangat terpukul karena tidak menyadari bahwa keuletan dan iman  tidak selalu menjamin keberhasilan.

Memang umat manusia adalah orang-orang yang harus berjuang dalam hidupnya setelah kejatuhan kedalam dosa. Dengan itu, kegagalan adalah bagian kehidupan yang dapat dialami oleh semua orang, tidak hanya oleh orang yang tidak beriman. Mereka yang mengajarkan bahwa mereka yang beriman teguh akan selalu memperoleh kesuksesan dalam hidup sebenarnya kurang mengerti bahwa baik keberhasilan maupun kegagalan bisa terjadi pada semua orang, seperti juga kematian.

“Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan. Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.” Ayub 14: 1 – 2

Jika kegagalan juga bisa terjadi pada semua orang, apakah untungnya untuk menjadi umat Kristen? Menjadi pengikut Yesus mempunyai keuntungan besar bahwa kita bisa meniru Dia yang baik dalam hidup dan matiNya sudah bekerja untuk kemuliaan Allah dan karena itu Ia memperoleh kemuliaan di surga. Selain itu, kita bisa belajar dari Dia yang mempunyai hubungan yang baik dengan Allah BapaNya, sehingga sekalipun hidup kita menjadi sangat berat, kita tetap bisa bertahan karena kekuatan yang diberikan Tuhan. Karena Yesus, kita bisa berani menghadapi hidup ini sekalipun kegagalan mendatangi. Kita tidak mudah putus asa atau melarikan diri dari kenyataan.

Yesus mengajarkan bahwa adakalanya kita harus menerima kegagalan sebagai suatu kenyataan yang harus terjadi. Lukas 9: 1- 5 menuliskan perintah Yesus kepada murid-muridNya untuk mengabarkan injil. Pekerjaan ini tidak ringan karena ada kemungkinan bahwa ada orang-orang di tempat tertentu  yang akan menolak mereka. Apa yang harus diperbuat murid-murid Yesus? Mencoba lagi dan mencoba lagi? Try again and try again? Bukan begitu. Yesus mengatakan bahwa dalam keadaan sedemikian, murid-muridNya sebaiknya meninggalkan tempat itu. Memang ada keadaan yang bisa kita ubah, tetapi ada juga yang tidak bisa kita ubah. Umat Tuhan harus bisa melihat perbedaannya dengan mencari apa yang dikehendaki Tuhan.

Menjadi pengikut Tuhan tidak berarti bahwa kita mudah menyerah dengan alasan bahwa semuanya sudah kehendak Tuhan. Ada kalanya kita memang harus mencoba lagi, dan mencoba lagi. Tetapi, jika kita berpikir bahwa kita akan bisa berhasil karena ketekunan dan iman kita saja, itu adalah keliru. Karena manusia bisa berusaha, tetapi Tuhan yang menentukan. Karena itu, dalam setiap keadaan, baik keberhasilan maupun kegagalan, kita harus sadar dan mengakui bahwa kita tidak dapat menghadapi tantangan hidup ini seorang diri. Tuhanlah yang memberi kekuatan untuk bisa berjuang, dan kekuatan untuk menerima kenyataan. Segala sesuatu dapat kita tanggung didalam Tuhan, apalagi karena kita tahu bahwa kemenangan yang terbesar yang berupa keselamatan abadi sudah dijamin melalui darah Yesus.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s