Kenalilah gembalamu

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku – sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.” Yohanes 10: 14 – 15

Di banyak negara, domba diternakkan secara besar-besaran. Menurut data dari tahun 1993 – 2013, jumlah domba rata-rata per tahun yang dihasilkan China berada di urutan pertama (146.5 juta), Australia (101.1 juta), India (62.1 juta), Iran (51.7 juta), and Sudan (46.2 juta). Di zaman ini, peternakan domba memang merupakan bisnis besar dan karena itu  dijalankan secara intensif dengan memakai sarana dan teknik modern, sehingga jumlah domba yang dimiliki seorang peternak bisa berjumlah ratusan atau ribuan. Pada zaman Yesus masih di dunia, seorang gembala tidaklah mempunyai banyak domba, dan karena itu ia tentunya mengenal dombanya satu persatu.

Ayat diatas adalah ayat yang sangat terkenal, yang menggambarkan hubungan antara Yesus dan umatNya. Dalam ayat itu Yesus menggambarkan diriNya seperti seorang gembala yang baik, yang melindungi dan mencukupi kebutuhan domba-dombaNya. Sebagai gembala, Yesus mengenal setiap dombaNya dan begitu juga semua dombaNya mengenal Dia. Lebih dari itu, sebagai gembala yang baik, Yesus bersedia untuk mengurbankan nyawaNya untuk membela domba-dombanya dari serangan serigala-serigala yang jahat (Yohanes 10: 11-12). Memang, Yesus sudah mengurbankan diriNya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita sehingga keselamatan kita tidak dapat diambil oleh iblis. Bagi semua umat Kristen, seharusnya tidak perlu diragukan bahwa Yesus adalah gembala yang baik.

Yesus gembala yang baik, dalam kenyataannya mungkin lebih mudah untuk dibayangkan daripada diamini. Jika rumput hijau terbentang luas di depan mata, memang tidaklah sulit untuk meyakini kasih Yesus yang sudah membawa kita ke padang yang subur. Tetapi, jika hanya kekeringan demi kekeringan yang terlihat sepanjang hidup, hati kita mungkin meragukan kasih dan pemeliharaanNya. Dalam keadaan sedemikian, adalah sulit bagi kita untuk bisa tetap bersyukur atas segala apa yang kita alami. 

Pada zaman Yesus di dunia, banyak orang  Yahudi yang mengharapkan Yesus bertindak sebagai seorang raja yang  bisa mengalahkan penjajahan Romawi. Pada zaman sekarang, banyak orang yang mengharapkan bahwa Yesus bisa bertindak sebagai Tuhan yang bisa membawa kebahagiaan lahir dan batin. Tetapi jika hidup mereka tidaklah seperti yang diharapkan, keraguan akan timbul.

Apakah Yesus gembala yang baik, yang bisa membawa damai sejahtera dalam hidup kita? Tentu saja! Yesus datang ke dunia untuk menyatakan  bahwa sebagai Tuhan ia mengasihi semua manusia. Bagi yang percaya kepadaNya, Ia memimpin mereka ke jalan yang benar, yang menuju keselamatan. Tidak hanya itu, Yesus juga memimpin mereka dalam hidup sehingga mereka bisa kuat dan tabah dalam menghadapi perjalanan hidup mereka. Baik ditempat dimana rumput hijau ada, ataupun pada waktu kekeringan datang melanda, Yesus sebagai gembala yang baik akan memimpin mereka yang mau menyadari bahwa mereka adalah domba-domba yang tidak bisa berjalan sendiri.

Yesus mengenal semua dombaNya, Ia mengenal kita satu persatu dengan segala keunikan kita. Ia mengerti apa yang kita butuhkan dan mendengarkan keluh-kesah kita. Lebih dari itu, Yesus juga mengasihi domba-domba lain sekalipun mereka belum mengenal suaraNya. Sayang sekali bahwa dalam kesulitan hidup, memang sulit bagi kita untuk bisa mendengarkan suaraNya. Kesibukan dan perjuangan hidup seringkali membuat kita seolah lupa siapakah Dia. Kita mungkin tidak lagi mengenal Dia, gembala yang baik, yang dengan setia memanggil mereka yang lelah dan menderita.

Pagi ini, apapun yang ada dalam kehidupan kita, marilah kita mau membuka hati kita. Suara Yesus gembala kita selalu memanggil dombaNya dan domba-domba lain, untuk mau datang kepadaNya dan mengikuti langkahNya. Gembala kita tidak penah menjanjikan bahwa rumput selalu hijau, tetapi Ia berjanji untuk menyertai kita dalam keadaan apapun untuk selama-lamanya.

“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” Mazmur 23: 1 – 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s