Apa yang anda lihat sekarang?

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” 2 Korintus 4: 18

Dalam bidang teknologi komputer, baik perangkat keras maupun perangkat lunak adalah penting. Sehubungan dengan perangkat lunak, istilah WYSIWYG dikenal sebagai singkatan dari What You See Is What You Get (yang berarti  Apa Yang Anda Lihat Adalah Apa Yang Anda Dapatkan). Istilah ini dipakai untuk suatu sistem di mana konten yang sedang disunting akan terlihat sama persis dengan output atau hasil akhir, yang mungkin berupa dokumen cetak, halaman web, slide presentasi, atau bahkan pencahayaan yang dipakai untuk acara teater.

Istilah “Apa Yang Anda Lihat Adalah Apa Yang Anda Dapatkan” sekarang dipakai bukan hanya dalam teknologi komputer, tetapi juga dalam bidang-bidang lain, termasuk sosial, ekonomi dan budaya. Istilah ini menjanjikan bahwa apa yang terlihat saat ini akan serupa dengan apa yang akan diperoleh di masa depan. Ada kalanya memang janji ini terwujud, tetapi sering juga terjadi bahwa apa yang akhirnya didapat tidaklah sama dengan apa yang sudah dilihat sebelumnya.

Ayat diatas menulis bahwa Paulus tidak memperhatikan apa yang sekarang kelihatan, melainkan apa yang tak kelihatan, karena apa yang kelihatan saat ini adalah sementara, sedangkan apa yang tak kelihatan adalah kekal. Apa yang kita lihat sekarang, bukanlah apa yang akan kita dapat di masa depan. Jelas bukan WYSIWYG. Apa maksudnya?

Paulus berusaha menjelaskan bahwa apapun yang kita lihat selama kita hidup, baik itu penderitaan ataupun kebahagiaan, bukanlah sesuatu yang abadi. Selama hidup di dunia, orang Kristen  harus menjalankan tugas kewajiban mereka, tetapi apapun yang mereka rasakan atau lihat tidak perlu membuat hidup mereka terpengaruh. Hidup orang Kristen adalah untuk memuliakan Tuhan yang tidak kelihatan dan untuk itu mereka cukup bermodalkan iman yang sudah diberikan Tuhan kepada mereka. Dengan iman mereka bisa berharap akan masa depan dan yakin akan keselamatan yang sudah diberikan sekalipun mereka masih belum berjumpa dengan Tuhan muka dengan muka.

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yohanes 20: 29

Memang manusia cenderung berpikir bahwa apa yang mereka alami atau rasakan adalah faktor yang menentukan kehidupan mereka di dunia.  Karena itu mereka  merasa bangga dan puas jika mereka berhasil memperoleh kesuksesan, atau merasa tertekan jika mereka mengalami apa yang tidak diharapkan. Bahkan banyak orang Kristen yang percaya bahwa hidup di dunia  sebagai orang diberkati Tuhan seharusnya ditandai dengan kemakmuran. Banyak orang mungkin lupa bahwa jika mereka meninggalkan dunia ini, semua harta miliknya tidak akan berguna lagi. Begitu juga, dalam penderitaan orang mungkin lupa bahwa itu adalah sementara. Karena itu kita seharusnya memusatkan pikiran kepada apa yang abadi, yaitu hidup sesudah hidup di dunia. Kebahagiaan di surga adalah hal yang harus kita perhatikan agar selama kita hidup di dunia kita tidak terpikat oleh apa yang bisa dilihat mata saja dan apa yang ditawarkan oleh dunia.

Pagi hari ini, apakah yang anda lihat dengan mata anda? Apakah yang terjadi dalam hidup anda? Apakah yang dialami oleh keluarga anda? Adakah orang-orang yang anda kasihi yang saat ini mengalami sakit atau kesusahan? Adakah rasa tertekan dan rasa sedih dalam diri anda karena adanya hal-hal yang tidak anda harapkan? Firman Tuhan berkata melalui Paulus bahwa kita tidak perlu tawar hati sekalipun apa yang kita lihat dengan mata jasmani kita menunjukkan adanya hal yang tidak baik. Sebagai orang beriman, kita bisa memakai mata rohani kita untuk melihat bahwa Tuhan yang mahakasih selalu menyertai kita hingga kita bertemu dengan Dia dalam kebahagiaan yang kekal.

 “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” 2 Korintus 4: 16 – 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s