Keadilan Tuhan adalah pencerminan kuasa dan kasihNya

Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.” Roma 9: 15

Dalam hidup ini kita melihat pemerintah manapun berusaha menegakkan keadilan di negaranya. Tidak hanya dalam bidang hukum, tetapi juga dalam bidang sosial, ekonomi, dan lainnya. Prinsip bahwa semua orang harus diberikan hak dan kesempatan yang sama, pernah muncul di Prancis dengan semboyan liberté, égalité, fraternité (bahasa Prancis untuk “kebebasan, keadilan, persaudaraan”). Sekarang, slogan ini adalah moto resmi dari Republik Prancis dan Republik Haiti, dan bahkan sudah menjadi bagian dari artikel pertama dari Deklarasi Universal Hak Azasi Manusia dari PBB pada tahun 1948:

All human beings are born free and equal in dignity and rights. They are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood.

Itu dapat diterjemahkan sebagai:

“Semua umat manusia dilahirkan dengan kemerdekaan dan kesamaan derajat serta hak. Mereka diberi pikiran dan kesadaran dan karena itu seharusnya hidup dalam semangat persaudaraan.”

Dalam kenyataannya, bagaimanapun manusia berusaha untuk mewujudkan keadilan di dunia, keadilan nampaknya tidak dapat terjadi sepenuhnya. Memang pemerintah di satu negara bisa berusaha untuk memberikan hak  yang sama untuk semua rakyatnya, tetapi keadilan semacam itu tidaklah menjamin bahwa setiap orang akan hidup dalam kesamaan. Sebagian orang dilahirkan dalam kemiskinan, sebagian lagi lahir sebagai anak orang kaya. Ada orang yang dilahirkan dengan cacat bawaan, tetapi ada pula yang lahir dengan faktor genetika tertentu yang memungkinkan umur panjang. Dalam suatu musibah, ada orang yang mengalami cedera tetapi ada pula orang yang selamat. Siapakah yang sebenarnya bisa untuk menegakkan keadilan di dunia?

Ada orang yang merasa bahwa jika Tuhan itu ada, tentu Ia itu kejam atau tidak peduli dengan penderitaan manusia. Ada pula orang yang percaya bahwa jika seseorang mengalami hal-hal yang kurang baik, itu adalah sehubungan dengan dosa yang dilakukannya. Tetapi dalam banyak hal, manusia tidak dapat memperoleh jawaban yang memuaskan. Apakah Tuhan itu memang kejam? Apakah Ia kadang-kadang terlena? Ataukah Tuhan sudah mati? Apakah ketidakadilan selalu akibat dosa seseorang?

Ayat diatas menulis bahwa Tuhan menaruh belas kasihan kepada siapa  Ia mau menaruh belas kasihan dan Tuhan akan bermurah hati kepada siapa Ia mau bermurah hati. Ayat ini seolah menggambarkan bahwa Tuhan itu semena-mena dan sombong. Tetapi itu sama sekali tidak benar. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang mahakuasa dan karena itu Ia berhak melakukan apa saja yang dimauiNya. Tidak ada sesuatupun di jagad raya yang bisa mengubah keputusan dan rancanganNya. Jika tidak demikian, Tuhan bukanlah Tuhan.  Iblis pernah berusaha mengubah jalannya kehidupan di surga dan ia gagal. Iblis kemudian mencoba mengubah jalannya kehidupan manusia di bumi, dan kegagalan juga yang diperolehnya. Jelas bahwa Tuhan adalah mahakuasa. God is sovereign.

Memang banyak orang yang percaya bahwa Tuhan bisa dipengaruhi sehingga Ia mengubah keputusanNya. Dengan doa-doa permohonan dan tindakan-tindakan lain mereka percaya bahwa kehendak Tuhan bisa diipengaruhi. Setidaknya ada dua hal yang tidak cocok dengan anggapan ini. Yang pertama, jika kita bisa mengubah keputusan Tuhan, itu menunjukkan bahwa keputusan Tuhan tidaklah sempurna. Yang kedua, jika keputusan Tuhan bisa diubah manusia, manusia tentunya lebih berkuasa daripada Tuhan. Walaupun begitu, masih banyak orang yang percaya bahwa karena Tuhan itu mahakasih, Ia akan mendengarkan doa permohonan kita dan selalu bersedia untuk memberikan apa yang kita inginkan. Jika demikian, Tuhan bukanlah Tuhan yang mahatahu, yang mengerti apa yang benar-benar kita butuhkan sebelum kita memintanya.

Pagi ini, jika kita merenungkan hidup kita atau hidup orang yang disekitar kita, kita mungkin merasa gundah. Ketidakadilan ada dimana-mana, dan penderitaan manusia seolah terjadi tanpa alasan yang jelas. Apakah Tuhan itu benar mahaadil? Jawabnya adalah “ya”, tetapi keadilanNya harus dihubungkan dengan hakikiNya yang lain: Ia mahakuasa, mahakasih dan mahatahu. Ketidakadilan yang kita lihat bisa merupakan akibat dosa yang membuat dunia ini kacau-balau dan membuat hidup  kita terasa berat. Tetapi karena Tuhan adalah Tuhan yang mahakuasa, Ia dapat melakukan hal apa saja untuk menolong umat manusia seperti yang dikehendakiNya. Karena Tuhan mahakasih dan mahakuasa, Ia mau dan bisa membuat rencana agung untuk menolong manusia. Ia mengasihi seluruh umat manusia dan menawarkan keselamatan bagi mereka yang percaya, itu juga keputusanNya. Tuhan sudah memilih kita untuk diselamatkan karena Ia tahu apa yang ada dalam hati kita, dan itu semata-mata karena kasihNya dan bukan karena usaha kita.  Bukankah Tuhan yang sedemikian berkuasa tetapi penuh kasih adalah Tuhan yang benar dan patut kita sembah?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s