Hidup ini adalah kesempatan

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” 1 Petrus 1: 3

Hari ini adalah hari Minggu, hari dimana kebanyakan umat Kristen pergi ke gereja untuk berbakti kepada Tuhan. Gereja di Australia per denominasi, pada umumnya terlihat lebih sepi jika dibandingkan dengan gereja di Indonesia. Gedung gereja ada banyak, tetapi jumlah pengunjung gereja tidaklah besar.

Memang jumlah orang Kristen di Australia tidaklah sebesar Indonesia, dan tidak semua orang yang mengaku Kristen pergi ke gereja secara teratur. Sensus tahun 2016 menunjukkan bahwa 52.1% penduduk Australia yang sekarang 25 juta itu mengaku Kristen, diantaranya 22.6% adalah Katolik dan 13.3% Anglikan. Sejumlah 8.2% mengaku beragama tapi bukan Kristen.

Mengapa orang mengaku Kristen tetapi jarang ke gereja? Tentu itu banyak sebabnya. Walaupun demikian, mungkin bisa dikatakan bahwa orang tidak ke gereja karena lebih suka menggunakan kesempatan yang ada untuk melakukan hal yang lain. Ada yang lebih penting daripada memuji Tuhan dan mendengarkan firmanNya.

Gereja sebagai kelompok orang percaya sebenarnya juga ikut bertanggung jawab atas kemunduran yang dialami. Jika semangat penginjilan mulai mundur, relevansi dan aplikasi firman mulai kabur, dan dogma serta ritual sudah menggantikan firman Tuhan, memang umat Kristen mudah menjadi bosan untuk ke gereja. Walaupun demikian, kerinduan untuk berbakti adalah hal pribadi, dan setiap orang bisa mengambil keputusan untuk ke gereja atau tidak.

Salah satu tujuan umat Kristen dalam berbakti pada hari Minggu ialah untuk bersama-sama memuji Tuhan atas kasihNya; bukan saja di gereja kita, tetapi bersama dengan semua orang percaya di seluruh penjuru dunia. Ayat diatas yang ditulis oleh rasul Petrus, menyatakan bahwa kita memuji Tuhan karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali, oleh kebangkitan Yesus Kristus, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. Memang, tanpa kebangkitan Yesus iman kita adalah sia-sia; dan tanpa keyakinan bahwa Yesus sudah mati ganti dosa kita, hidup kita tidak mungkin terisi dengan rasa syukur. Kematian dan kebangkitan Kristus adalah dasar iman yang seharusnya bisa mempersatukan seluruh umat Kristen sewaktu mereka berbakti kepada Tuhan.

Pagi ini mungkin kita merasa bahwa hidup manusia adalah hidup yang sibuk dan waktu yang ada adalah terlalu singkat. Ada banyak hal yang harus dihadapi, atau terlalu banyak hal yang bisa dinikmati. Walaupun demikian, masih adakah pengharapan kita untuk masa depan yang bahagia bersama Tuhan? Jika masih ada harapan itu, tentunya masih ada rasa sukacita dan damai jika kita berbakti kepadaNya bersama saudara-saudara seiman, dimanapun mereka berada. Biarlah Roh Kudus memberi kita kekuatan dalam pengharapan, sehingga kita sadar atas adanya kesempatan untuk memuliakan Tuhan, setiap waktu dan dalam segala keadaan.

“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.” Roma 15: 13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s