Bertahan dalam Kristus

“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” 2 Korintus 4: 8 – 9

Dalam hidup ini, semua orang tentunya mendambakan kebahagiaan. Mungkin bagi sebagian orang, kebahagiaan berarti kecukupan dalam segala sesuatu, kesehatan yang baik sampai hari tua, ataupun kehidupan anak cucu yang bisa dibanggakan. Segala sesuatu yang baik tentunya diidamkan setiap orang, dan tentunya tidak ada orang yang menginginkan kesulitan atau penderitaan dalam hidup ini. Walaupun demikian, dinamika hidup adalah sedemikian sehingga orang sulit untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitu kata sebuah peribahasa.

Memang, sekalipun banyak orang yang mengajarkan bahwa nasib kita ada ditangan kita sendiri, dalam kenyataannya, hidup ini tidak sepenuhnya berada dalam tangan manusia. Semakin lama kita hidup di dunia, semakin kita bisa melihat bahwa seringkali manusia berusaha, tapi kelihatannya Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Memang, apapun yang terjadi di dunia ini tentunya terjadi dengan seijin Tuhan; dan jika manusia mencoba untuk melakukan apa yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, pada akhirnya apa yang didapat belum tentu seperti apa yang diharapkan.

Lalu bagaimana pula dengan adanya kesulitan dalam hidup? Sekalipun kita tidak menyukainya, seringkali berbagai masalah justru muncul pada saat yang tidak kita inginkan. Apakah itu kehendak Tuhan? Bagaimana dengan seseorang yang dengan sungguh-sungguh mencari pasangan hidupnya dan kemudian mengalami berbagai masalah dalam perkawinan? Atau seorang pengendara mobil yang berhenti karena melihat adanya bahaya, tetapi justru ditabrak orang lain dari belakang? Sekalipun manusia sudah berhati-hati dalam segala sesuatu, apa yang terjadi belum tentu baik adanya. Apakah hal-hal yang sedemikian juga dikehendaki Tuhan? Belum tentu!

Dalam ayat diatas, Paulus menulis bahwa dalam usaha untuk mengabarkan injil, ia dan rekan-rekannya sering mengalami kesulitan besar; tertindas, dianiaya dan dihempaskan. Mereka berusaha melebarkan kerajaan Tuhan, dan sudah tentu Tuhan tidak menghendaki mereka mengalami berbagai masalah. Tetapi, apa yang terjadi adalah konsekuensi hidup di dunia yang penuh dosa. Lebih-lebih lagi, iblis pun berusaha untuk menghalangi umat Tuhan yang ingin berbuat baik.

Tuhan memang seringkali terasa diam dalam hidup ini. Ia tidak terlihat bertindak untuk mengatasi masalah kita. Mengapa Ia mengijinkan semua masalah untuk muncul dalam hidup kita dan kemudian seakan diam membisu? Bukankah Ia sanggup untuk menghilangkan atau menyelesaikan semua masalah? Itu memang sulit untuk dimengerti, tetapi sebagai umat percaya kita harus yakin bahwa Tuhan adalah mahabijaksana. Jika Ia mau bertindak tentu saja Ia bisa. Tetapi jika Ia tidak bertindak seperti yang kita harapkan, itu pun adalah sesuai dengan kehendakNya. Apa yang dilakukan (kehendak aktif) atau tidak dilakukan olehNya (kehendak pasif) selalu mempunyai arti dan maksud, yang sesuai dengan kehendak agungNya sekalipun kita sering tidak mengerti mengapa itu harus terjadi.

Apapun yang terjadi dalam hidup kita, satu hal yang harus kita yakini: bahwa Tuhan memegang kendali. Terkadang Ia serasa tidak peduli, tetapi apa pun yang kita alami seharusnya membuat kita lebih bisa bergantung kepada Dia, agar kita bisa menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Dia yang mahakuasa. Kita juga bisa belajar untuk bersabar dan percaya kepada kasihNya selama kita menunggu pertolonganNya.  Kita memang manusia yang lemah, tetapi Tuhan selalu mau memberikan kekuatan yang melimpah kepada mereka yang beriman kepadaNya.

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” 2 Korintus 4: 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s