Bagaimana kita harus mengambil keputusan

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Amsal 3: 5 – 6

Mengambil keputusan adalah suatu tindakan yang seringkali tidak mudah dilakukan. Sekalipun hal yang kelihatannya sederhana, seperti memilih menu makan siang, kadang-kadang bisa membingungkan. Karena itu ada orang-orang yang lebih senang untuk menyerahkan keputusan, kecil ataupun besar, kepada orang lain daripada pusing. Lebih dari itu, ada orang yang memang sering tidak mau mengambil keputusan karena takut menghadapi resikonya.

Bagi orang percaya, mengambil keputusan adalah bagian kehidupan. Bagaimana kita menjawab “ya” setelah mendengar panggilan Tuhan, adalah satu keputusan yang pertama yang kita buat sebelum menjadi pengikutNya. Tuhan melalui Roh Kudus memberi kita kesadaran akan satu-satunya jalan keselamatan, sehingga kita bisa mengambil keputusan untuk mengikut Yesus.

Dalam hidup kita, karena banyaknya keputusan yang harus kita buat, kadang-kadang kita menjadi masygul. Sebagian orang yang menghadapi persoalan berat memang bisa merasa bahwa apa yang ada tidaklah mudah dipilih. Karena itulah banyak orang yang “menyerahkan semuanya kepada Tuhan”. Mereka dengan kata lain sudah menyerah kepada tantangan yang ada.

Pada pihak yang lain, ada orang-orang yang begitu berani mengambil keputusan. Sekalipun keputusan itu mungkin dinilai aneh atau bodoh oleh orang lain, orang yang sedemikian mungkin berdalih bahwa Tuhan sudah memerintahkan dia untuk melakukannya.

Selain itu, ada juga orang-orang yang dengan bangga menyatakan bahwa ia sudah mengambil keputusan yang penting berdasarkan kebijaksanaannya. Mereka yang begitu percaya akan kemampuan manusiawinya, tidak merasa bahwa Tuhan itu ada dan semua rencanaNya harus terjadi. Mereka tidak mengerti bahwa keputusan manusia yang tidak sejalan dengan rencana Tuhan pada akhirnya tidak akan membawa hasil seperti yang diharapkan.

Pagi ini firman Tuhan berkata bahwa apa yang paling penting dalam mengambil keputusan adalah untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati kita. Kita tidak boleh bersandar kepada pengertian kita sendiri, tetapi harus mau mencari apa yang dikehendaki Tuhan. Kita harus mengakui bahwa Tuhan adalah mahakuasa dan karena itu kita harus mau mengambil keputusan yang membawa kemuliaan kepada Dia dan bukan untuk mencari kemuliaan diri sendiri.

Mengambil keputusan memang tidak mudah. Ada hal-hal yang bisa dan harus diubah, tetapi ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Kita dengan demikian harus bijaksana dan bisa membedakan antara perlunya berbuat sesuatu (do something) atau tinggal diam dan berserah kepadaNya (do nothing). Dengan mengambil keputusan untuk kemuliaanNya dan yang sesuai dengan kehendakNya, Tuhan akan meluruskan perjalanan masa depan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s