Hormatilah pemimpinmu

“Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.” Roma 13: 7

Di Australia, olahraga adalah salah satu mata pelajaran yang dianggap penting di sekolah. Dari sekolah dasar sampai sekolah lanjutan, para murid tidak saja harus mengikuti pelajaran olahraga di lapangan, tetapi harus juga berpartisipasi dalam berbagai pertandingan olahraga tahunan yang disebut sports carnival, yang mungkin  berbentuk pertandingan renang (swimming carnival) atau pertandingan atletik (athletic carnival). Selain itu, murid-murid yang berbakat olahraga biasanya mempunyai kegiatan akhir pekan  di klub olahraga lokal, seperti klub sepakbola, rugby, bola keranjang dan sebagainya.

Akhir-akhir ini di tempat pertandingan olahraga lokal terjadi beberapa hal yang kurang menyenangkan. Media melaporkan adanya insiden dimana  orang tua murid bertengkar atau berkelahi dengan wasit pertandingan karena kurang puas dengan keputusan wasit yang menyangkut anak-anak mereka. Beberapa wasit malahan dimaki atau dipukul oleh orang tua murid gara-gara wasit yang dianggap berat sebelah. Yang sangat menyedihkan adalah bahwa orang tua seperti itu melakukan tindakan kekerasan di depan anak-anaknya, dan dengan demikian tentunya memberi contoh yang tidak baik kepada mereka.

Rasa hormat kepada yang orang yang berkuasa atau para pemimpin memang biasanya diharapkan dari setiap anggota masyarakat. Tetapi, biasanya penghormatan itu tidak selalu harus berdasarkan hukum. Anak-anak belajar menghormati orang lain dari pendidikan orang tua mereka. Di sekolah, mereka diharuskan menghormati guru-guru berdasarkan peraturan sekolah yang tidak selalu tertulis. Dalam masyarakat, mereka belajar menghormati para pemimpin setempat, polisi, atau tokoh pemerintah lainnya sesuai dengan etika dan kebiasaan. Walaupun demikian, ada kecenderungan akhir-akhir ini bahwa rakyat, terutama kaum muda, yang kurang puas dengan apa yang diperbuat para pemimpin, kemudian melakukan ha-hal yang tercela seperti melempari pejabat dengan telur mentah dan sebagainya.

Ayat diatas menyatakan bahwa Tuhan yang menghendaki adanya ketertiban menyuruh  seluruh umatNya untuk menghormati etika, peraturan, dan hukum dalam hal membayar pajak dan menghormati mereka yang berkuasa. Bukan saja umat Kristen harus menghormati para pemimpin gereja karena mereka adalah pemimpin kerohanian, umat Kristen juga harus menghormati orang lain diluar gereja karena semua pemimpin negara yang sah ditetapkan Tuhan untuk mengatur masyarakat.

“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” Roma 13: 1

Pagi ini kita mungkin bisa melihat adanya kecenderungan manusia dimana saja untuk mengabaikan Tuhan. Mereka mungkin menganggap bahwa Tuhan itu tidak ada atau tidak berkuasa atas hidup mereka. Mereka mulai kehilangan rasa hormat kepada orang tua, guru, pendeta ataupun pemimpin yang lain. Kecenderungan untuk memberontak mulai muncul sejak saat mereka masih kecil dan bertambah besar ketika mereka menjadi orang dewasa.

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menjadi terang dunia. Kita harus bisa memberi contoh yang nyata bagaimana kita menghormati mereka yang berwenang (authority). Kita yang takut akan Tuhan mempunyai kewajiban untuk mengajarkan tata tertib dan sopan santun kepada anak-cucu kita. Kita juga dipanggil untuk menjalani hidup baru kita sesuai dengan firman Tuhan, dan menghargai adanya etika dan hukum yang sesuai dengan ajaran Alkitab.  Lebih dari itu, sebagai orang Kristen kita juga harus memegang prinsip-prinsip kebenaran yang ada dalam hati kita dalam menghadapi mereka yang suka melawan sopan santun, etika dan hukum. Biarlah Tuhan memberi kita bimbingan dan perlindunganNya dalam hidup bermasyarakat.

“Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.” Roma 13: 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s