Pakailah hidup ini dengan bijaksana

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90: 12

Dalam beberapa hari terakhir, berita dari gunung Everest di pegunungan Himalaya mendominasi halaman satu beberapa surat kabar di Australia. Gunung Everest adalah gunung yang tertinggi di dunia dengan ketinggian 8848 meter di atas muka laut. Sejak  Edmund Hillary mencapai puncaknya bersama Tenzing Norgay pada tahun 1953, ribuan pendaki gunung berusaha melakukan hal yang sama. Mencapai puncak gunung Everest sampai sekarang tetap dipandang sebagai keberhasilan atau achievement yang sangat hebat.

Karena udara di puncak gunung itu sangat rendah kadar oksigennya, umumnya para pendaki gunung perlu membawa tabung oksigen agar tidak pingsan atau tewas karena kekurangan oksigen. Tetapi, diantara mereka yang ingin mencapai puncak gunung Everest itu, ada orang-orang yang mengambil keputusan untuk tidak memakai tabung oksigen. Berbeda dengan pendakian di zaman dulu, orang sekarang mungkin menganggap pemakaian oksigen akan mengurangi rasa puas dan bangga yang diperoleh jika mereka berhasil mencapai puncak gunung Everest.

Popularitas puncak Everest akhir-akhir ini membuat lingkungan setempat menjadi tercemar dengan sampah-sampah yang berasal dari para pendaki gunung. Selain itu, karena banyaknya orang yang ingin mencapai puncak Everest, seringkali para pendaki gunung harus antri dalam menggunakan jalan setapak yang ada. Ini tentu saja mengundang bahaya, terutama jika badai salju tiba-tiba datang dan mereka harus turun dari puncak gunung secepatnya. Sudah banyak pendaki gunung yang tewas maupun cedera berat karena situasi yang tidak lagi terkontrol. Malahan, baru-baru ini  dilaporkan media bahwa para pendaki gunung harus melewati tempat dimana jenazah seorang pendaki gunung terlihat nyata dibawah jalan yang mereka lalui.

Hal mendaki gunung tentu saja tidak ada salahnya jika memang untuk tujuan yang baik dan dilaksanakan dengan cara yang baik. Tetapi, apapun dalam hidup ini jka dilakukan dengan cara yang gegabah dan membahayakan diri sendiri dan orang lain, tentunya mengundang tanda tanya. Mengapa manusia di zaman ini seolah berlomba-lomba untuk mencari kepuasan dengan segala cara? Mengapa mereka seakan tidak sadar bahwa masih banyak hal lain yang perlu dilakukan dalam hidup mereka yang relatif singkat? Tidak sadarkah bahwa setiap orang bertanggung jawab atas karunia kehidupan dari Tuhan dan tidak seharusnya menyia-nyiakan hidup mereka ataupun lingkungan kehidupan di sekitar mereka? Mungkinkah mereka yang senang mengambil resiko justru percaya bahwa karena hidup ada di tangan Tuhan, mereka boleh saja melakukan apa saja yang disenangi?

Pertanyaan-pertanyaan diatas tidaklah mudah dijawab karena orang mungkin mempunyai pendapat yang berbeda dalam situasi yang berlainan. Walaupun begitu, ayat diatas tidaklah mendukung sikap manusia yang tidak mau mempertimbangkan hari-hari yang telah lalu, hari-hari yang sekarang dan hari-hari di masa depan. Tuhan membimbing setiap umatNya sedemikian rupa, sehingga setiap orang tetap sepenuhnya harus bisa belajar dari masa lalu, bertanggung-jawab atas tugas-tugas di masa kini dan membuat rencana yang baik untuk masa depan. Hidup manusia bukan milik mereka sendiri tetapi adalah karunia Tuhan, dan karena itu setiap orang harus bisa memakainya untuk kemuliaan Tuhan. Bagi orang Kristen, hidup yang tidak membawa kebaikan untuk Tuhan dan sesama kita adalah hidup yang tidak bijaksana.

Pagi ini, biarlah kita berdoa agar Tuhan mengajar kita untuk memikul tanggung jawab yang ada dengan sebaik-baiknya. Tua maupun muda, setiap umat Tuhan haruslah sadar bahwa hanya dengan kebijaksanaan dari Tuhan kita bisa menghargai hidup kita seperti Dia menghargainya. Tuhan menghargai dan mengasihi setiap insan dan ingin agar makin banyak orang yang dengan bijaksana memakai hidup mereka untuk kemuliaanNya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s