Orang berdosa yang dikuduskan

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Roma 5: 8 – 9

Orang Kristen adalah orang yang sudah ditebus dosanya oleh darah Kristus. Karena pengorbanan Yesus di kayu salib, mereka yang dulunya harus menemui kebinasaan sekarang bisa menjadi orang yang diselamatkan. Lebih dari itu, orang Kristen boleh memanggil Allah sebagai Bapa karena mereka adalah orang-orang yang sudah dikuduskan. Orang kudus? Saint?

Sebutan “orang kudus” ada di Alkitab baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru, sebutan orang kudus jelas dipakai untuk mereka yang sudah dikuduskan oleh darah Kristus. Karena itu, sebagai orang Kristen sebenarnya kita tidak boleh ragu untuk  menyatakan bahwa sebagai anak-anak-Tuhan kita adalah orang-orang kudus. Tetapi, sebutan sedemikian mungkin bisa menjadi bahan tertawaan bagi mereka yang tidak mengerti bahwa orang Kristen selama hidup di dunia tentunya tetap bisa jatuh ke dalam dosa. Orang Kristen yang masih hidup di dunia adalah orang yang disucikan Tuhan, tetapi bukannya suci seperti Yesus. Orang Kristen tetap adalah orang-orang berdosa. Membingungkan bukan?

Bagi sebagian orang Kristen, sebutan “orang kudus”, “saint“, “santa” atau “santo” mungkin dipakai untuk memanggil mereka yang dianggap benar-benar suci karena hidup mereka yang dianggap luar biasa, dan mungkin karena jasa mereka kepada gereja. Mereka itu mungkin ditetapkan oleh pimpinan gereja sebagai tokoh-tokoh yang sudah suci seperti Tuhan. Karena itu, jemaat mungkin sering berdoa kepada orang-orang kudus untuk mendapatkan pertolongan atau kemudahan dalam hidup. Tetapi penebusan Kristus sebenarnya tidak membeda-bedakan orang Kristen yang satu dengan orang Kristen yang lain. Mereka semuanya adalah orang berdosa yang membutuhkan penebusan Kristus, dan selama hidup di dunia mereka tetap berbuat dosa.

Orang Kristen adalah orang kudus tetapi juga orang yang berdosa. Berbeda dengan orang lain, darah Yesus memungkinkan mereka untuk memperoleh hidup baru dengan kesadaran akan apa yang baik dan buruk menurut firman Tuhan. Orang yang sudah dikuduskan  mempunyai keinginan untuk berjalan dalam kebenaran, dan memiliki kekuatan dari Tuhan untuk menolak apa yang jahat. Ini bukan berarti bahwa mereka adalah orang yang tidak dapat berbuat dosa selama mereka hidup di dunia, tetapi jika mereka berbuat dosa mereka akan sadar akan hal itu dan makin hari akan makin bisa hidup lebih baik.

Pagi ini, kita harus bersyukur bahwa Tuhan sudah memilih kita untuk menjadi anak-anakNya. Dengan demikian, kita tidaklah tetap hidup dalam kebiasaan lama yang bergelimang dengan dosa. Kita harus mempunyai kesadaran bahwa darah Yesus sudah ditumpahkan bukan untuk disia-siakan. Yesus sudah berkurban untuk kita dan jika kita benar-benar mau menjadi orang kudus, kita harus mau bertumbuh dalam kebenaran sehingga makin lama kita makin menyerupai Dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s