Belajar dari Roh Kudus

“Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.” Amsal 19: 20

Bagi mereka yang ingin mempunyai anak, tentunya biaya pendidikan adalah salah satu hal yang harus dipikirkan dan dipersiapkan. Di Australia, biaya sekolah dari SD sampai SMA bisa ditekan serendah mungkin jika anak masuk ke sekolah negeri, tetapi bisa menjadi sangat mahal jika sekolah swasta yang dipilih. Biaya sekolah swasta sangat bervariasi, dari beberapa ribu sampai lebih dari dua puluh ribu dolar per tahun.

Banyak orang tua merasa lega ketika anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan SMA mereka. Apakah anak-anak itu kemudian meneruskan ke perguruan tinggi atau tidak, orang tua tidak perlu lagi memikirkan biaya studi mereka. Itu karena biaya universitas yang sangat besar bisa dibayar oleh mereka yang belajar secara mengangsur setelah lulus. Walaupun demikian, orang tua bisa merasa kuatir juga kalau sang anak tidak kunjung selesai belajar, kalau-kalau hutang mereka menjadi terlalu besar.

Sampai umur berapakah orang bisa belajar dalam hidup ini? Di Australia, jawaban pertanyaan ini tidak mudah diberikan. Sudah tentu orang pada umumnya ingin cepat-cepat mendapat ijazah S1 agar dapat segera bekerja. Tetapi ada juga orang yang ingin mendapat ijazah S2 atau S3 sebelum bekerja. Selain itu ada orang yang setelah bekerja beberapa tahun, kemudian kembali ke universitas secara part-time atau full-time untuk mendapatkan ijazah yang lebih tinggi. Lebih dari itu, ada orang yang sudah pensiun kemudian mengambil ijazah S2 atau S3 pada usia lanjut, bahkan pada usia uzur 80 – 90 tahun.

Ayat di atas adalah nasihat raja Sulaiman yang cukup terkenal dan sering ditujukan kepada kaum muda agar mereka mau mendengar nasihat dan menerima didikan, supaya mereka menjadi bijak di masa depan. Bagi mereka yang sudah tergolong berumur, berpendidikan atau berpengalaman, mungkin dorongan untuk terus belajar untuk kebaikan masa depan agaknya dipandang kurang cocok. Bagi mereka, apa yang ada sudah pernah dikunjungi atau sudah pernah dilakukan. Been there, done that. Masa depan sudah berlalu dan menjadi masa lalu, dan yang tersisa adalah masa kini yang harus diterima atau dinikmati selagi masih bisa.

Saat ini dalam menyongsong hari kedatangan Roh Kudus, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa sebagai orang Kristen kita seharusnya tidak pernah berhenti untuk belajar guna menuju ke arah kedewasaan iman. Sebelum Yesus naik ke surga, Ia menjanjikan kepada murid-muridNya seorang Penghibur dan Guru yang akan membimbing mereka. Sampai sekarang Roh Kudus senantiasa mau memberi kita nasihat dan didikan, agar kita makin mengerti kehendak Tuhan. Maukah kita memakai sisa hidup kita untuk selalu belajar dari Dia?

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Yohanes 14: 25 – 26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s