Mengumpulkan harta di surga

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” Matius 6: 19 – 20

Siapa bilang di Australia tidak ada maling dan garong? Semalam di kompleks apartemen saja ada tetangga yang kecurian. Sekitar jam 4 pagi, seorang pencuri memasuki sebuah apartemen dengan memanjat balkon belakang dan melewati pintu kaca yang tidak terkunci. Si pencuri berhasil menggondol dompet penghuni apartemen dan mungkin juga beberapa barang lain. Data dari bank menunjukkan bahwa sekitar jam 5 pagi kartu kredit yang dicuri sudah digunakan oleh si pencuri untuk membeli barang.

Memang di Australia keamanan tidaklah sebaik 30-40 tahun yang lalu. Jika pada waktu itu orang bisa meninggalkan rumah tanpa harus menguncinya, sekarang ini rumah yang sudah terkunci pun bisa dibongkar orang. Dalam hal ini, seorang penghuni rumah bukan saja kuatir atas kemungkinan hilangnya harta benda. Orang tentunya juga takut untuk memergoki si pencuri kalau-kalau ia membawa senjata.

Polisi selalu memberi nasihat agar orang berhati- hati menyimpan harta mereka. Jika ada barang berharga yang disimpan di rumah, sebaiknya itu ditaruh dalam lemari besi yang tersembunyi. Selain itu, dianjurkan agar setiap orang mengunci pintu dan jendela rumah dan tidak menunjukkan kesan bahwa penghuni rumah sedang bepergian. Memang adanya harta selalu mengundang datangnya pencuri.

Dalam ayat di atas Tuhan Yesus memberikan nasihat agar kita tidak mengumpulkan harta di dunia; karena di dunia ini ngengat dan karat merusakkan harta kita dan pencuri juga bisa membongkar serta mencurinya. Nasihat yang kelihatannya pas dengan apa yang terjadi tadi malam.

Memang di dunia ini tidak ada barang apapun yang kekal. Sekalipun kita bisa menyimpan benda-benda itu di tempat yang aman, pada saat kita meninggalkan dunia ini, semuanya itu akan hilang tak berbekas. Kita tidak akan dapat menggunakan semua itu, dan Tuhan pun tidak akan menghargainya.

Tuhan Yesus bukannya anti harta dan anti menabung. Nasihat Yesus bukannya dimaksudkan agar kita tidak bekerja, atau agar kita menghambur-hamburkan harta milik kita. Apa yang dimaksudkanNya adalah agar kita tidak memusatkan hidup kita pada harta duniawi dan hal mencari harta untuk kepentingan kita sendiri.

Yesus mengajarkan agar kita mengumpulkan harta di sorga, harta yang abadi yang tidak dapat hilang. Bagaimana kita bisa mengumpukan harta semacam itu? Kekayaan adalah baik jika bisa digunakan untuk kemuliaan Tuhan dan untuk kepentingan sesama. Dengan mengasihi dan menolong mereka yang membutuhkan, kita sebenarnya membawa kasih yang kita miliki untuk Tuhan yang di surga.

“Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Matius 25: 40

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s