Harinya Tuhan

“Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya” Mazmur 118: 24

Siapa yang tidak mengenal lagu kanak-kanak yang berjudul “Hari ini harinya Tuhan”? Lagu ini diterjemahkan dari lagu “This is the day that the Lord has made” yang disusun oleh Les Garrett pada tahun 1967. Syair lagu ini diambil dari Mazmur 118: 24.

Hari ini, hari ini

Harinya Tuhan, harinya Tuhan

Mari kita, mari kita

Bersukaria, bersukaria

Hari ini, harinya Tuhan

Mari kita bersukaria

Hari ini, hari ini harinya Tuhan

Hari ini harinya Tuhan mungkin bisa diartikan sebagai hari Minggu atau hari Sabat. Hari dimana umat Kristen berhenti bekerja untuk berbakti kepadaNya.

“… tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.” Keluaran 20: 10

Karena dalam seminggu ada 7 hari, pengertian adanya “harinya Tuhan” mungkin bisa dikaitkan dengan adanya “hari manusia” dimana manusia boleh bekerja selama enam hari dan melakukan berbagai aktivitas kehidupan mereka.

Anggapan bahwa manusia mempunyai 6 hari untuk diri mereka sendiri adalah jauh dari benar. Tuhan pencipta langit dan bumi adalah pemilik segala sesuatu, baik di bumi maupun di surga (Mazmur 89: 11). Tuhan adalah pemilik seluruh jagad raya. Tuhan jugalah yang memungkinkan terjadinya siang dan malam dan dengan demikian terbentuknya 7 hari yang kita kenal.

Jelas bahwa tujuh hari dalam seminggu adalah milik Tuhan. Karena itu kita tidak boleh menganggap bahwa kita bisa memakai 6 hari kerja semau kita. Seluruh hidup kita adalah milik Tuhan, dan adanya 7 hari dalam seminggu harus kita pakai untuk hidup sesuai dengan firmanNya dan selalu bersyukur dan bersukacita atas semua yang diberikanNya kepada kita.

Alkitab menulis bahwa selama enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya (Keluaran 20: 11).

Dengan demikian, hari yang ketujuh adalah hari istimewa yang diciptakan Tuhan agar umatNya dapat bersama-sama berbakti kepadaNya. Hari ketujuh adalah hari dimana kita bisa beristirahat dan disegarkan kembali melalui persekutuan orang seiman dengan Tuhan. Bukankah Tuhan kita adalah Tuhan yang mahakasih dan mahabijaksana? Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s