Lingkungan mempengaruhi kehidupan

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” 1 Korintus 15: 33

Seorang teman saya melalui Whatsapp mengirimkan gambar diatas yang menunjukkan beberapa bola yang berlainan warna. Aneh bin ajaib, jika gambar itu diperbesar dilayar hp, semua bola itu terlihat sama warnanya. Agaknya semua itu adalah tipuan mata yang disebabkan oleh pengaruh warna garis-garis yang ada di atas gambar bola.

Bagi saya gambar itu memberi pelajaran bahwa seperti warna bola yang bisa dipengaruhi oleh warna garis di sekitarnya, hidup kita juga bisa dipengaruhi oleh keadaan di sekeliling kita, terutama oleh orang-orang yang dekat dengan kita.

Ayat diatas secara gamblang menyebutkan bahwa pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Orang yang sopan bisa menjadi tidak sopan, yang jujur bisa berubah menjadi pembohong, yang lemah lembut bisa menjadi bengis dan kasar, dan yang hidupnya baik menjadi berantakan akibat pengaruh lingkungan dan pergaulan. Karena itu, sebagai umat Tuhan kita harus berhati-hati dalam menjalani hidup ini agar apa yang baik tidak berubah menjadi buruk.

Bagaimana kita bisa berhati-hati agar tidak terjerumus kedalam apa yang keliru? Berhati-hati lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Banyak orang yang sudah berusaha untuk berwaspada, tetapi tetap juga jatuh kedalam dosa. Apa yang nampaknya baik, dengan berjalannya waktu bisa saja berkembang menjadi sesuatu yang buruk. Mereka yang dulunya kita anggap sebagai teman, bisa saja menjadi orang yang kemudian menjerumuskan kita kedalam kebiasaan yang jelek. Ini sering menyangkut hal-hal seperti korupsi, narkoba, atau seks; tetapi juga bisa bertalian dengan tingkah laku dan gaya hidup.

Kita hanya bisa berhati-hati kalau kita bisa membedakan apa yang baik dan apa yang buruk. Orang tidak akan berhati-hati jika tidak menyadari adanya bahaya. Karena itu, sebagai orang yang sudah menerima keselamatan, kita harus mau berubah dengan bimbingan Roh Kudus sehingga kita tahu apa yang baik dan berkenan kepada Tuhan. Kita harus juga mau mempelajari firman Tuhan secara teratur supaya kita makin mengerti apa yang baik dalam pandangan Tuhan.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12: 2

Lebih dari itu, sebagai orang Kristen kita harus mau tetap merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita harus sadar bahwa mereka yang sombong dan merasa kuat adalah orang-orang yang mengabaikan bimbinganNya, dan yang kemudian lebih suka untuk mendengarkan suara manusia di sekelilingnya. Mereka jugalah yang kemudian menjadi orang-orang yang tersesat, yang harus membayar kekeliruannya dengan harga yang mahal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s