Yesus benar-benar Tuhan dan Raja

“Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.” 2 Petrus 1: 16

Kemarin dalam rangka perjalanan ke beberapa negara di Eropa, saya sempat berjalan-jalan di ibukota negara Denmark, Copenhagen. Bagi orang Indonesia, Denmark mungkin dikenal sebagai tempat tinggal penulis dari abad 19 yang terkenal di seluruh dunia: Hans Christian Andersen. Penulis ini dikenal sebagai penulis dongeng anak-anak yang berjumlah 3381 dan sudah diterjemahkan kedalam lebih dari 125 bahasa. Patung Hans yang terbuat dari tembaga ada di tengah kota Copenhagen.

Dongeng-dongeng yang ditulis Hans adalah karya-karya seni untuk pengembangan moral dan ketabahan mental anak-anak dan sudah diakui sebagai karya sastra bermutu di dunia barat. Jika anak-anak tentunya mempunyai kesempatan untuk berimajinasi karena dongeng-dongeng itu, orang dewasa pun banyak yang menyukainya karena hal yang sama. Dongeng memang bisa membawa kenikmatan berkhayal yang tidak ada batasnya.

Dalam kenyataan hidup, daya khayal manusia memang bisa membawa berbagai keuntungan. Bukan saja khayalan bisa memberi rasa nikmat, dan untuk sejenak membawa manusia ke alam maya, banyak khayalan manusia, seperti hal berpergian ke luar angkasa, akhirnya bisa menjadi kenyataan.

Walaupun demikian, kemampuan manusia untuk berkhayal juga bisa membawa kerugian. Ada orang-orang yang karena tidak dapat menghadapi kenyataan hidup, kemudian beralih ke dunia fantasi pribadi. Selain itu, ada orang yang berusaha memperdaya orang lain dengan memakai kabar bohong hasil khayalannya. Lebih dari itu, ada orang yang karena tidak mengerti apa yang benar-benar terjadi, kemudian terpaksa berpegang pada apa yang bisa difahami menurut pengertian dan khayalan sendiri. Hal-hal di atas sering terjadi pada manusia manapun dan dimanapun karena keterbatasan kemampuan mereka.

Dalam ayat di atas, sebagai umat Kristen kita diperingatkan oleh rasul Petrus bahwa iman kita tidaklah berdasarkan dongeng-dongeng isapan jempol manusia. Ketika Petrus dan rekan-rekannya memberitakan kuasa dan kedatangan Yesus, mereka yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja di atas segala raja karena mereka adalah saksi mata dari kebesaranNya.

Pagi ini, adakah keraguan kita bahwa Yesus itu Tuhan yang mahakuasa? Mungkinkah kita masih membayangkan bahwa Ia adalah sekadar manusia yang baik budi dan dipilih Tuhan untuk menjadi rasulNya? Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak mendengarkan ajaran manusia yang seringkali berupa dongeng isapan jempol saja. Sebaliknya, kita harus berpegang pada iman yang benar, seperti yang pernah diberitakan oleh Rasul Petrus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s