Jangan lupakan Bapa yang di surga

“Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.” 2 Korintus 6: 18

Pagi ini saya membaca ulasan tentang buku karangan John Marsden, seorang pendidik anak terkenal dan penulis buku yang pernah menjadi pendiri dan kepala dari dua sekolah di Australia. Dalam bukunya yang terbaru itu, John menguraikan masalah orangtua  zaman sekarang yang kurang bisa mendidik anak-anak mereka. Masalah ini sudah sangat berat dan menyebabkan epidemi penyakit kejiwaan di antara anak-anak. Selama ini, masalah ini sering diabaikan orang karena biasanya orang tidak mau mengkritik para orangtua dengan cara pendidikan masing-masing.

John Marsden menguraikan beberapa jenis sikap orangtua yang keliru dan penyebabnya:

  1. “Anakku adalah pahlawanku”: Orangtua yang memanjakan dan tidak peduli akan apa yang dilakukan anak.
  2. “Anakku adalah luar biasa”: Orangtua narsis yang merasa gagal dalam hidup mereka sendiri.
  3. “Aku percaya kebebasan anak”: Mereka yang tidak mau mengambil keputusan berat untuk mendisiplin anak.
  4. “Ia adalah anakku dan harus menurut apa saja yang aku katakan”: Orangtua yang sangat mengontrol anak.
  5. “Aku terlalu sibuk dalam hidupku”: Orangtua yang sering absen dari keluarga.
  6. “Aku dan anakku adalah teman baik”: Mereka yang ingin menjadi teman tetapi tidak mau menjadi orangtua.

Sebagai orang Kristen, kita mungkin setuju dengan pengamatan John Marsden di atas. Barangkali, item nomer 1, 2, 4 dan 5  lebih sering terjadi di antara keluarga di negara-negara Timur, tetapi dengan adanya pengaruh Barat, item 3 dan 6 juga mulai muncul.

Sebagai orang Kristen seharusnya kita tahu bahwa setiap orang percaya mempunyai orangtua di bumi, tetapi  juga orangtua di surga. Karena pengurbanan Kristus, setiap orang Kristen sudah diangkat menjadi anak Tuhan. Dalam hal ini, setiap orang percaya tentunya sadar bahwa Tuhan adalah Bapa yang mahakasih dan mahabijaksana. Dengan demikian, setiap orang percaya harus mau belajar dari orangtua mereka yang di surga, yaitu Tuhan, agar bisa membina hubungan yang baik dengan orangtua dan anak mereka yang di bumi.

Mereka yang tidak mengenal Tuhan sebagai Bapa tentunya akan mengalami kesulitan untuk mengerti apa yang harus dilakukan di bumi, baik sebagai orangtua maupun anak. Alkitab adalah buku pedoman bagi setiap orang percaya, bagaimana mereka bisa mengasihi sesama, mendidik mereka yang lebih muda dan menghormati orang yang lebih tua. Sayang bahwa banyak orang Kristen jarang membaca Alkitab dan mempelajari firmanNya. Mereka tidak dapat membayangkan Tuhan yang mahabesar tetapi juga yang mahakasih. Tuhan yang mahasuci tetapi juga yang mahasabar. Tuhan yang tidak dapat dipermainkan, tetapi juga yang penyayang. Tuhan yang ingin menyelamatkan setiap manusia, tetapi tidak memaksakan kehendakNya. Tidaklah mengherankan bahwa dalam keluarga Kristen pun, berbagai masalah bisa terjadi dalam hubungan antara orangtua dan anak.

Pagi ini, kita diingatkan bahwa ada berbagai teori pendidikan yang bisa kita pelajari untuk membina keluarga. Selain itu, ada begitu banyak motivator dan pendidik yang bisa memberikan pengarahan kepada orangtua  maupun anak. Tetapi, semua itu akan menjadi kesia-siaan jika kita tidak mau mempelajari firman Tuhan. Mempelajari fiman Tuhan dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari adalah kunci kesuksesan dalam pendidikan anak muda. Mereka yang sadar akan hal ini akan memperoleh kebijaksanaan untuk memilih apa yang baik dan menghindari apa yang buruk dalam kehidupan keluarga.

” TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.” Mazmur 147: 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s