Tuhan adalah Pencipta dan Pemilik segala sesuatu

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Kejadian 1: 1

Di zaman ini hak cipta adalah sesuatu yang dipandang penting. Jika dulu orang dengan mudah membuat copy sebuah buku atau CD dan kemudian menjualnya sebagai “barang bajakan”, sekarang hal semacam itu dianggap sebagai tindakan yang melawan hukum. Mereka yang membuat hasil karya asli baik berupa benda, cara ataupun ide bisa mendaftarkan ciptaan mereka supaya tidak bisa ditiru atau dicuri. Para pencipta itu tentunya ingin agar semua orang menghargai hak cipta mereka dan tidak mengurangi penghargaan masyarakat atas jerih payah mereka.

Ayat diatas menunjukkan bahwa jauh sebelum ada makhluk, benda atau tumbuhan apapun di dunia, Tuhan sudah menciptakan langit dan bumi. Tuhan mencipta segala sesuatu, termasuk surga, dengan tanpa memakai bahan dan tanpa bantuan siapapun. Tuhan menciptakan sesuatu dari apa yang tidak ada. Ex nihilo. Karena itu Tuhan adalah oknum yang mencipta dan memiliki hak cipta atas segala sesuatu di alam semesta. Tidak ada oknum lain atau manusia yang bisa mengklaim apapun sebagai hak miliknya dengan sepenuhnya.

Memang banyak manusia yang dengan bangga mengaku sebagai pencipta sesuatu. Selain itu ada juga orang yang mengklaim sebagai pemilik barang, tempat, flora/ fauna, dan bahkan sesama manusia. Walaupun demikian, Tuhan yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya, sudah mendaftarkan semua ciptaanNya dalam Alkitab. Sebelum manusia ada Tuhan sudah menciptakan semua yang kemudian digunakan oleh manusia untuk membuat apa yang diperlukannya.

Manusia dengan demikian bukanlah pencipta, tetapi pengguna. Manusia bukanlah pemilik, tetapi peminjam. Manusia tidak dapat menciptakan sesuatu ex nihilo. Manusia tidak juga memiliki apapun, seperti Ayub yang berkata bahwa dengan lahir telanjang ia keluar dari kandungan ibunya, dengan telanjang juga ia akan kembali (Ayub 1: 21).

Jika segala sesuatu diciptakan dan dimiliki oleh Tuhan, adakah yang patut kita banggakan? Jika kita menggunakan dan meminjam apa yang dimiliki Tuhan, pantaskah kita menyia-nyiakan hidup kita? Dan jika kita sudah menerima segala berkatNya, tidakkah kita patut hidup dengan bersyukur kepadaNya? Baik hidup atau mati manusia adalah milik Tuhan. Dengan demikian, Tuhan yang menciptakan manusia adalah Tuhan yang memberi hidup yang seharusnya dipakai untuk memuliakan Tuhan. Dan jika kita mati, sebagai umatNya kita juga harus merasa beruntung karena kita akan bisa hidup di surga bersama dengan Dia.

“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” Roma 14: 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s