Diganjar untuk mendapat ganjaran

“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” Ibrani 12: 11

Bagi saya yang sudah lebih dari 35 tahun hidup di luar negeri, bahasa Indonesia tidak lagi merupakan satu bahasa yang mudah dipakai. Banyaknya kata-kata dan ejaan baru sering membuat saya bingung untuk memakainya. Tambahan pula, dengan adanya berbagai kata gaul yang sekarang banyak dipakai anak muda, memaksa saya untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata. Salah satu kata yang sudah lama ada tetapi jarang saya pakai adalah kata ganjaran. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, ganjaran bisa berarti hukuman tetapi bisa juga berarti hadiah. Bagaimana satu kata bisa mempunyai dua arti yang saling bertentangan? Tentunya kata ini harus diartikan menurut konteksnya.

Pada ayat di atas, Paulus menulis bahwa ganjaran tidak mendatangkan sukacita. Sudah tentu ganjaran disini bukanlah hadiah. Jika sebuah hadiah biasanya mendatangkan rasa senang, ganjaran yang berarti hukuman tentunya akan membawa rasa duka. Walaupun demikian, dalam Alkitab berbahasa Inggris kata “ganjaran” diatas ternyata muncul sebagai kata “discipline” atau “chastening” yang bisa dihubungkan dengan tindakan mengajar (pendisiplinan) agar seseorang bisa hidup benar dan menghentikan perbuatan yang tidak semestinya.

Salahkah pilihan kata “ganjaran” diatas? Saya rasa tidak. Memang, jika disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawab seseorang, pendisiplinan adalah usaha-usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar orang memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan. Pendisiplinan bisa juga menjadi istilah pengganti untuk hukuman ataupun instrumen hukuman di mana hal ini bisa dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain. Jadi, kata ganjaran diatas adalah sesuatu yang diberikan Tuhan kepada umatNya agar mereka bisa memiliki kemampuan untuk menuruti firmanNya.

“Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?” Ibrani 12: 7

Banyak orang  yang mengalami kejadian yang tidak menyenangkan karena kesalahan mereka sendiri, tetapi banyak orang Kristen  yang mengalami hal yang serupa sekalipun  bukan karena mereka melakukan apa yang salah. Jika orang yang melakukan hal yang tidak baik pantas untuk mendapat hukuman, banyak orang Kristen yang berdukacita karena apa yang terjadi dalam hidup mereka seolah menunjukkan adanya kemarahan Tuhan.

Ayat-ayat diatas menyatakan bahwa Allah Bapa memberikan ganjaran kepada umatNya dengan maksud baik. Allah memperlakukan kita sebagai anakNya dan dengan demikian ingin agar kita berhasil dalam mengarungi tantangan kehidupan. Ganjaran datang dari Tuhan kepada umatNya, bukan sebagai hukuman tetapi pendidikan.  Seperti seorang murid yang mau menerima didikan gurunya dan mau melaksanakan tugas-tugas belajar agar ia bisa lulus dan mendapatkan sebuah ijazah, demikian pula umat Kristen yang diganjar atau dididik Allah akan menerima ganjaran atau hadiah yang berupa kedamaian hidup. Bagi mereka yang sudah menerima didikan Tuhan, hidup tidak lagi berupa perjuangan seorang diri, tetapi sebuah perjuangan yang dijalani bersama Tuhan.

Pagi ini, adakah perasaan dukacita dalam hati anda karena apa yang terjadi dalam hidup anda? Mungkinkah ada perasaan bahwa Tuhan sudah meninggalkan anda? Ataukah ada perasaan bersalah dalam hati yang membuat hidup terasa hampa? Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan mencintai semua anakNya. Tetapi ini tidak berarti bahwa hidup kita akan menjadi mudah dan selalu lancar. Tuhan bisa mengganjar umatNya untuk membuat mereka lebih dekat kepadaNya, untuk lebih bergantung kepada Dia. Sebagai anak-anak Tuhan kita harus percaya bahwa Tuhan adalah setia dan kasihNya tidaklah berkesudahan. Apa yang kita rasakan sebagai ganjaran yang tidak menyenangkan saat ini pada akhirnya akan menghasilkan ganjaran yang membawa rasa sukacita. Pujilah Tuhan yang mahasih dan mahasetia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s