Jangan hanya menonton

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” 2 Timotius 2: 3

Tahukah anda apa yang dimaksudkan dengan istilah Tough Mudder? Tough Mudder adalah lomba lari halang rintang sepanjang 16-20 km. Para peserta Tough Mudder dituntut bekerja sama dalam timnya untuk melewati rintangan yang dirancang untuk menguji fisik dan mental. Tough Mudder berbeda dari kompetisi lari lainnya karena tujuan utama lomba ini adalah meningkatkan rasa kerja sama antara para peserta. Dalam perlombaan ini terdapat 20 hingga 25 halangan seperti pagar, tanah berlumpur dan lainnya yang harus dilewati para peserta. Untuk bisa menyelesaikan  lomba, para peserta harus mengutamakan kesatuan tim sambil belajar mengatasi rasa takut. Turnamen Tough Mudder hadir untuk pertama kali di Indonesia pada tahun 2016 di Jimbaran, Bali,.

Barangkali kehidupan orang Kristen di dunia bisa dibayangkan sebagai kompetisi olahraga. Paulus pada zamannya menggunakan ilustrasi pelari dan petinju untuk menggambarkan bagaimana orang Kristen harus berjuang untuk mencapai kemenangan dalam Kristus. Mereka yang menjadi pelari atau petinju tidak akan sembarangan berlari atau memukul, tetapi dengan penuh semangat dan perhatian akan berusaha untuk mendisiplinkan hidupnya agar tidak dikalahkan oleh lawan-lawan mereka. Seperti itulah, sebagai orang Kristen kita juga harus bisa melatih hidup kita agar kita tetap bisa setia mengikut Tuhan sampai akhir hidup.

Satu hal yang tidak bisa digambarkan melalui ilustrasi pelari atau petinju adalah pentingnya teamwork atau kerja tim. Pada lomba tough mudder, tiap peserta umumnya muncul sebagai tim yang terdiri dari 2 atau 4 orang. Dengan demikian, sekalipun kemampuan perseorangan penting, seorang peserta lomba yang baik tidak hanya harus mau berjuang, tetapi harus juga mau bekerjasama dengan anggota timnya untuk mencapai garis finis. Persis seperti seorang prajurit yang maju berperang. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Senang dan susah dialami bersama.

Kehidupan orang Kristen sebenarnya seringkali lebih berat dan lebih menakutkan dari apa yang bisa dialami oleh seorang atlit. Mereka tidak hanya harus menghadapi kehidupan sehari-hari yang penuh dengan tantangan dan bahaya, tetapi juga harus menghadapi lingkungan, masyarakat dan bahkan pemerintah yang mungkin jahat atau hostile terhadap mereka. Kerapkali, karena tantangan dan bahaya yang harus dihadapi adalah terlalu besar , orang Kristen mungkin mengambil keputusan untuk tidak bertindak apa-apa atau tidak mau mengambil keputusan. Jika  ini dibayangkan seperti lomba lari halang rintang, orang Kristen yang sedemikian membiarkan peserta lainnya untuk berangkat berjuang, tetapi ia tidak beranjak dari tempat duduknya. Sebagai anggota tim Kristus, orang yang sedemikian memilih untuk tidak ikut-ikutan menderita.

Ayat di atas mengingatkan semua orang percaya bahwa mereka adalah anggota dari tim Kristus. Sebagai orang Kristen, kita harus sadar bahwa nama Tuhan akan dimuliakan melalui umatNya yang mau benar-benar berjuang seperti prajuritNya. Memang tiap orang memiliki beban hidup tersendiri, tetapi sebagai umat Kristen kita memiliki beban bersama. Karena itu kita harus bisa bersatu dalam kerja tim yang baik, harus sehati sepenanggungan.

Keadaan disekeliling kita mungkin bisa membuat hati kita menjadi kecil dan bayangan bahwa kita harus bisa menghadapi segala tantangan dan bahaya sebagai orang Kristen, mungkin membuat kita memutuskan untuk memilih jalan gampang. Tidak ikut-ikutan. Tidak ikut menderita. Biarlah orang lain yang melakukannya. Tetapi ini bukanlah apa yang dilakukan oleh Paulus ketika ia menulis ayat di atas. Ia menulis bahwa karena pemberitaan Injil ia menderita,  dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak dapat dihentikan oleh lawan-lawannya (2 Timotius 2: 9).

Pagi ini keadaan di sekeliling kita mungkin menunjukkan adanya ketidakadilan, ketimpangan sosial, hukum dan ekonomi. Semua itu adalah tantangan buat umat Kristen dan untuk itu Paulus mengundang agar kita sebagai anggota tim Kristus mau ikut berjuang untuk menegakkan kebenaran Kristus. Adakah kemauan kita untuk berjuang bersama-sama dengan umat Kristen lainnya? Ataukah kita tinggal membisu dan hanya menonton saudara-saudara seiman kita berjuang dan mengucurkan keringat dan bahkan darah untuk mencapai kemenangan dalam Kristus?

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s