Mengobati kelelahan hidup

“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.” Yesaya 40: 28-29

Tahukah anda bahwa salah satu obat yang paling disalahgunakan di Australia adalah obat penghilang rasa sakit atau pain killers? Diperkirakan ada 50 ribu orang tiap tahun menjadi pecandu obat yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter  dan yang lebih berbahaya dari heroin. Obat-obat opioid itu setiap tahunnya memakan banyak korban jiwa, kebanyakan melalui pemakaian yang di atas ambang aman (overdose). Obat-obat keras ini juga merusak tubuh pemakainya jika mereka meminumnya dengan dosis tinggi untuk waktu yang cukup lama. Seperti apa yang terjadi di Amerika, obat-obatan yang mengandung morphine, codeine dan sejenisnya sudah mempunyai banyak pecandu di Australia.

Mengapa begitu banyak orang yang memakai obat pain killer seperti itu? Ada berbagai sebabnya, antara lain karena orang ingin merasakan ketenangan pikiran, menghindari tekanan jiwa, mengurangi kelelahan tubuh atau sekadar mencari kenikmatan dalam ketidaksadaran. Memang, serupa dengan narkoba, obat-obatan ini bisa membuat pemakainya tidak sadar atas keadaan sekitarnya. Banyak pecandu obat semacam ini pada mulanya mungkin ingin mengurangi rasa lelah dan rasa sakit yang dideritanya dengan meminta resep dokter. Lambat laun dosis obat ini makin meningkat karena tubuh  menjadi kebal, dan tanpa disadari mereka menjadi pecandu obat keras.

Di dunia ini, kelelahan memang bisa terjadi pada siapa saja. Apalagi, karena situasi dunia yang makin semrawut, banyak orang yang merasa sangat lelah (fatigue) secara jasmani maupun rohani. Dalam masyarakat modern yang makin individualis, manusia kehilangan rasa aman yang dulu ada karena keeratan hubungan antar anggota keluarga, suku ataupun marga. Dengan demikian, manusia mudah kehilangan tujuan hidup dan harapan untuk memperoleh masa depan yang cerah. Bagi sebagian orang, jalan yang termudah untuk mengatasi segala penderitaan ini adalah meminum obat-obatan yang bisa untuk sementara menghilangkan rasa sakit. Bagi orang yang lain, mungkin doa permohonan kepada Tuhan masih bisa membawa sebuah harapan. Tetapi doa yang bagaimana?

Dalam keadaan yang sangat menekan, adalah mudah bagi orang untuk berdoa agar Tuhan menyingkirkan semua hal yang buruk dari hadapannya. Walaupun demikian, doa semacam itu bukanlah doa yang benar karena penderitaan manusia sebenarnya adalah bagian dari bumi yang sudah jatuh ke dalam dosa. Manusia manapun  tidak bisa menghindari datangnya kesulitan, penyakit ataupun malapetaka, jika itu harus terjadi dalam hidupnya. Walaupun demikian, ayat diatas menjelaskan bahwa Tuhan yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung adalah Tuhan yang selalu ada dan tahu apa yang terjadi dalam hidup umatNya. Sekalipun begitu banyak persoalan yang terjadi di dunia, Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Sebagai Tuhan yang mahakuasa dan mahabijaksana, tidak terduga pengertian-Nya.

Hari ini, mungkin tidak ada seorang pun yang tahu bahwa anda mengalami penderitaan yang besar dalam hidup. Mungkin itu penderitaan jasmani yang tidak disadari orang yang terdekat, atau penderitaan rohani yang sudah berlangsung lama. Kemana anda harus lari? Adakah obat yang bisa membawa keringanan dan kesembuhan? Anda sudah mencoba berbagai cara, tetapi penderitaan yang ada tidak juga berkurang. Anda sudah berdoa memohon kelepasan, tetapi semua itu tetap anda derita.  Ayat diatas mengandung satu-satunya harapan bagi kita yang mengalami tekanan hidup. Tuhan yang tidak pernah lelah akan memberi kekuatan kepada mereka yang lelah, dan menambah semangat kepada mereka yang tiada berdaya. Sekalipun beban kita sangat besar, Tuhan adalah mahakasih dan sanggup memberi kita ketabahan dan kesabaran. Maukah kita mempercayakan hidup kita kepadaNya?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s