Berbahagialah bangsa yang percaya kepada Tuhan

“TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilihNya menjadi milikNya sendiri!” Mazmur 33: 10 – 12

Tanggal 1 September adalah permulaan musim semi di Australia. Sekalipun udara masih cukup dingin di Toowoomba, matahari terasa mulai bersinar cukup panjang. Permulaan mesim semi biasanya disambut dengan rasa gembira di negara yang mengalami empat musim, karena pohon-pohon yang mulai tumbuh daunnya sesudah musim dingin berakhir. Dengan demikian, musim semi biasanya adalah musim yang dihubungkan dengan kegembiraan hidup. Walaupun begitu, pikiran saya justru melayang jauh ke benua Eropa dimana musim rontok baru saja dimulai. Bayangan bahwa daun-daun mulai berjatuhan memang bisa membuat hati sedih.

Perang dunia kedua dimulai di Eropa pada tanggal 1 September 1939 tatkala tentara Jerman menyerbu memasuki Polandia. Ribuan tentara dan penduduk Polandia menjadi korban keganasan tentara Jerman pada waktu itu. Inggris dan Perancis kemudian memaklumkan perang kepada Jerman pada tanggal 3 September, dan beberapa negara lain kemudian ikut menyusul. Perang dunia kedua menyebabkan sekitar 6 juta penduduk Polandia menemui ajalnya sampai akhir perang  di tahun 1945. Dengan berakhirnya perang dunia kedua, Amerika dan Rusia menjadi negara adikuasa dan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) serta negara Israel kemudian terbentuk.  Bagaimana perang yang terbesar di dunia itu bisa terjadi dan kemudian berakhir dengan hancurnya Hitler dan sekutunya, adalah sesuatu yang sulit untuk dibayangkan. Lebih sulit lagi untuk memikirkan apa yang Tuhan kerjakan selama berlangsungnya perang itu.

Adakah peranan Tuhan dalam hidup manusia dan apa yang dilakukanNya dalam menghadapi segala rencana bangsa-bangsa? Ayat di atas menulis bahwa  Tuhan menggagalkan rencana bangsa-bangsa, tetapi rencanaNya tetap selama-lamanya; rancangan hatiNya turun-temurun. Jelaslah bahwa Tuhan mempunyai rencana tertentu untuk seisi bumi dan jika ada bangsa-bangsa yang berusaha untuk merencanakan sesuatu yang bertentangan dengan kehendakNya, Tuhan akan menghancurkan rencana-rencana itu. Bagi Tuhan, apa yang tidak sesuai dengan rencanaNya adalah sesuatu yang jahat dan buruk, dan Ia tidak akan memperbolehkan itu terjadi. Sebaliknya, apa yang dirancang Tuhan pasti terjadi sekalipun manusia berusaha menggagalkannya.

Benarkah bahwa Tuhan tetap bekerja mengatur semua orang dan semua bangsa di dunia sampai saat ini? Melihat keadaan dunia sekarang yang sekalipun tidak mengalami perang tetap saja kacau-balau, mungkin ada orang yang menyangka bahwa Tuhan sedang tidur, dan bahkan ada orang yang percaya bahwa Tuhan sudah mati. Mungkinkah manusia sekarang bisa memakai kehendak bebas mereka tanpa persetujuan Tuhan? Bukankah manusia di berbagai negara sekarang bebas untuk menikmati hidup yang bebas dalam hal memakai narkoba, hidup pesta-pora, melakukan aborsi ataupun euthanasia, dan memilih teman hidup apapun? Bukankah negara dan bangsa tidak lagi bisa melarang rakyat melakukan hal yang bisa membuat Tuhan marah?

Ayat di atas menegaskan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang “pilih kasih”. Sebagai Tuhan pemilik alam semesta, tidak ada yang bisa melarangNya untuk lebih mengasihi negara, bangsa dan orang tertentu. Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, karena mereka yang dipilihNya menjadi milikNya sendiri. Mereka yang percaya kepadaNya akan diselamatkan, dan siapa pun yang hidup sesuai dengan firmanNya adalah orang-orang yang berbahagia.

Apa yang bisa kita pelajari dari perang dunia ke dua adalah  adanya bangsa-bangsa yang mengakui adanya Tuhan, tetapi tidak mau menaati perintahNya. Pada zaman ini, keadaan tetap saja seperti itu,  banyak bangsa mengaku bahwa Tuhan itu ada tetapi dalam perbuatan sehari-hari mereka tidak menunjukkan iman kepada Tuhan yang sudah mengirim AnakNya untuk menebus dosa manusia. Hanya melalui darah Kristus, manusia bisa ditebus dari belenggu dosa dan menjadi milik Tuhan sepenuhnya. Hanya mereka yang menjadi milikNya akan menjadi milik Yesus dan menerima kebahagiaan kekal sebagai karunia Tuhan.

“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.” Yohanes 17: 9 – 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s