Jangan biarkan budaya mengalahkan iman

“Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” Galatia 3: 26 – 28

Ada berapa jenis denominasi gereja di Australia? Jawabnya: ada banyak – mungkin sekitar 90. Berbagai denominasi itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok besar: Anglican, Catholic, Orthodox, Reformed, Presbyterian, Protestant, Pentecostal dan lain-lain. Banyaknya denominasi itu muncul sehubungan dengan adanya perbedaan latar belakang, budaya, bahasa, dan tentu saja teologi. Bagi sebagian orang, adanya berbagai ragam denominasi dipandang sebagai suatu yang lumrah dan sehat, karena semuanya merupakan bagian tubuh Kristus. Walaupun demikian, sebagian lagi memandang semua itu sebagai suatu kelemahan gereja Kristen yang nampaknya terpecah-belah.

Ada banyak denominasi yang berlatar belakang kebudayaan atau bahasa, misalnya: Antiochan Orthodox Church; Bulgarian Orthodox, Coptic Orthodox,  Free Serbian Orthodox, Greek Orthodox, Macedonian Orthodox, Romanian Orthodox, Russian Orthodox, Syrian Orthodox, Ukrianian Orthodox, Apostolic Catholic Assyrian Church of the East dan lain-lain. Seperti di Indonesia, denominasi baru sering muncul karena adanya gereja yang tidak dapat bergabung dengan denominasi yang ada. Hanya saja, hal membuka gereja dan membentuk denominasi di Australia tidaklah sesulit di Indonesia. Karena adanya kebebasan beragama (religious freedom), setiap orang boleh saja mempunyai kepercayaan apa saja asal saja tidak mengganggu ketertiban masyarakat atau melanggar hukum.

Kebebasan memang sesuatu yang didambakan manusia dan karena itu sering dipakai manusia untuk memilih apa saja yang disukainya. Dalam hal iman, seringkali orang Kristen memakai kebebasannya untuk memilih cara berbakti, cara menyanyi, ataupun jenis bahasa untuk dipakai dalam gereja. Semua itu tentunya terkait pada latar belakang kebudayaan masing-masing. Mereka yang berasal dari Yunani mungkin lebih cocok untuk ke gereja yang memakai cara berbakti dan bahasa Yunani. Begitu pula, beberapa gereja yang berbahasa Indonesia yang ada  di Australia biasanya di kunjungi oleh orang Indonesia. Walaupun demikian gereja yang benar adalah gereja yang mementingkan kebenaran firman Tuhan, bukan gereja yang hanya mencocoki selera atau kebudayaan orang tertentu. Kebudayaan adalah penting tetapi tidak boleh mengubah atau dipakai untuk menerapkan firman Tuhan.

Sayang sekali, dibeberapa negara ada tendensi bahwa kebudayaan tertentu adalah lebih baik, superior, dari kebudayaan lain dalam hal memimpin orang agar menjadi Kristen sejati. Oleh karena itu ada orang Kristen yang mempelajari kebudayaan bangsa-bangsa lain dan bahkan menjalani kebiasaan bangsa-bangsa itu dengan harapan bahwa mereka akan lebih dapat mengerti firman Tuhan. Mereka berpikir bahwa bangsa-bangsa tertentu adalah bangsa yang istimewa karena adanya hubungan sejarah bangsa itu dengan apa yang ada dalam Alkitab. Dengan demikian, mereka mengharapkan untuk bisa lebih “rohani” jika mereka menjalankan adat istiadat bangsa lain dan menggunakan bahasa -bahasa tertentu untuk berbakti. Mereka tidak sadar bahwa Yesus sudah datang untuk melepaskan manusia dari belenggu adat-istiadat dan hukum yang dibuat manusia, agar bisa memusatkan diri kepada kebenaran firman Tuhan.

Ayat di atas menjelaskan bahwa dalam Yesus, kita adalah anak-anak Allah karena kita semua yang dibaptis dalam Kristus, telah bersatu dengan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kita semua adalah sederajat dan satu di dalam Kristus Yesus. Dengan demikian, setiap orang percaya harus menempatkan firman Tuhan di atas perbedaan yang ada di antara manusia. Firman Tuhan yang universal dan sudah tercetak dalam berbagai bahasa, tidak boleh dipengaruhi oleh latar belakang dan kebudayaan manusia. Biarlah kita boleh dikuatkan melalui kasih karunia Kristus dan bukannya melalui berbagai pengajaran manusia.

“Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.” Ibrani 13: 9

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s