Apa yang terlihat indah haruslah diuji

“Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.” Kisah Para Rasul 20: 30

Hari ini saya pergi berkeliling kota bersama seorang sanak yang ingin membeli rumah. Di Australia, pada umumnya orang melihat iklan rumah yang dipasarkan melalui internet. Pemilik rumah biasanya memakai jasa agen real estate yang memasarkan rumah itu melalui berbagai media elektronik. Agen itu jugalah yang bisa memberi nasihat kepada pemilik rumah bagaimana mereka membuat penampilan rumah itu lebih menawan bagi para calon pembeli.

Apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang pemilik rumah untuk membuat calon pembeli terkesan? Sudah tentu mereka akan berusaha untuk membersihkan rumah sebaik mungkin. Selain itu, pemilik rumah bisa menambal dan mengecat bagian tembok yang berlubang dan membetulkan apa yang rusak supaya tidak nampak kerusakannya. Bahkan ada yang menyewa perabotan tertentu seperti TV raksasa dan piano supaya rumah yang dijual itu kelihatan lebih mentereng. Memang dalam dunia jual beli sangatlah penting bagi penjual rumah untuk memberi kesan baik kepada calon pembeli, dan membuat barang mereka terlihat lebih baik dari aslinya. Sudah tentu calon pembeli yang tidak awas akan bisa tertipu.

Usaha membuat sesuatu lebih baik dari aslinya bukan saja dalam hal jual-beli barang, tetapi juga dalam hal keagamaan. Sejarah membuktikan adanya banyak orang yang jatuh kedalam jebakan pemimpin-pemimpin agama atau sekte, yang mengajarkan hal-hal yang tidak benar, yang dibungkus sedemikian rupa sehingga terlihat indah dan berguna. Orang yang terbujuk seringkali terjerumus sangat dalam dan sulit untuk disadarkan.

Sebenarnya sejak Yesus meninggalkan dunia ini sudah ada pemimpin-pemimpin kerohanian yang berusaha menarik orang-orang dari jalan yang benar supaya mengikut mereka. Paulus dalam ayat di atas mengingatkan pengikut Kristus bahwa orang-orang semacam itu harus diwaspadai karena mereka bukannya muncul sebagai orang yang tidak mengenal Kristus, tetapi justru terlihat sebagai pengikut Kristus.

Pada zaman sekarang, penyesat-penyesat seperti itu sangat sering muncul dalam kalangan Kristen, dan bahkan dalam gereja-gereja besar. Mereka yang mengajarkan hal-hal yang tidak berdasarkan Alkitab, yang menekankan pengertian mereka sendiri, yang menonjolkan pengalaman pribadi, semuanya untuk menarik umat supaya mengikut mereka, dan bukannya untuk mengikut Kristus. Mereka seringkali terlihat penuh dengan kebijaksanaan yang seolah datang dari Tuhan, tetapi semua itu adalah kepalsuan.

Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa jika kita mengagumi seorang yang nampak hebat dalam mengajarkan firman Tuhan, tetapi sering membicarakan apa yang baik dan buruk menurut pengertian dan pengalaman mereka sendiri, kita harus mau menguji apa yang disampaikan mereka bersama dengan saudara-saudara seiman yang lain. Kita harus sadar bahwa dengan kekuatan sendiri tidaklah mudah bagi kita untuk membedakan apa yang benar dari apa yang tidak benar. Karena itu kita harus mau untuk saling mendoakan, menguatkan dan mengingatkan agar kita bisa menjauhi guru-guru palsu yang ada di sekitar kita.

“Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.” 2 Korintus 11: 13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s